Teheran, LiputanIslam.com – Evaluasi awal AS menyimpulkan bahwa serangan yang dilancarkan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu tidak menghancurkan komponen utama program nuklir Teheran, melainkan kemungkinan besar hanya memundurkannya beberapa bulan.
Evaluasi ini dijelaskan kepada CNN pada hari Selasa (24/6) oleh tiga orang yang mengetahui masalah ini, dan disiapkan oleh Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, namun belum dipublikasikan.
Satu sumber mengatakan laporan tersebut didasarkan pada penilaian kerusakan yang dilakukan oleh Komando Pusat AS pasca serangan terhadap fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Minggu pagi.
Menurut CNN, analisis kerusakan pada lokasi dan dampak serangan terhadap ambisi nuklir Iran masih berlangsung dan dapat berubah seiring dengan tersedianya lebih banyak informasi intelijen.
Namun, temuan awal itu, menurut sumber tersebut, kontras dengan klaim berulang Trump bahwa serangan AS telah “menghancurkan secara total” fasilitas pengayaan uranium Iran, dan pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada hari Minggu bahwa ambisi nuklir Iran telah “dihilangkan.”
Dua orang yang mengetahui penilaian tersebut mengatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya milik Iran tidak hancur.
Satu sumber menjelaskan, “Sebagian besar mesin sentrifugal masih utuh. Penilaian Badan Intelijen Pertahanan AS ialah bahwa AS telah menunda fasilitas tersebut paling lama beberapa bulan.”
Trump mengklaim pasukannya telah “menghancurkan secara total dan menyeluruh” situs nuklir utama Teheran. Namun, para ahli mengatakan tidak jelas apakah serangan tersebut melenyapkan program nuklir, sementara Iran justru telah memindahkan persediaan uraniumnya yang sangat diperkaya dari situs yang menjadi sasaran sebelum serangan, yang telah diantisipasi secara luas.
Iran secara konsisten membantah sedang berupaya mendapatkan senjata nuklir.
Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, pada hari Selasa menegaskan bahwa “industri nuklir berakar kuat di tanah Iran,” dan bahwa “industri ini harus terus berlanjut dan tidak akan berhenti.”
Kamalvandi, yang juga wakil kepala AEOI, mengatakan, “Mereka harus tahu bahwa industri ini berakar kuat di negara kita, dan mereka tidak dapat mencabutnya. Mengingat kemampuan dan kapasitas yang kita miliki, pertumbuhan industri ini secara alami harus terus berlanjut dan tidak akan berhenti.” (mm/raialyoum/alalam)