Beirut, LiputanIslam.com – Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan gerakan perlawanan Hizbullah tidak akan menyerahkan senjatanya sebelum Israel memenuhi kewajiban perjanjian gencatan senjata.
“Kami tidak akan menyerahkan senjata sekarang sebelum penerapan persyaratan yang diminta dari musuh” sesuai perjanjian gencatan senjata, kata Berri dalam sebuah wawancara pada hari Jumat (25/4).
“Senjata kami adalah kartu kami yang tidak akan kami serahkan tanpa penerapan perjanjian gencatan senjata yang sebenarnya dan akibatnya menuju dialog tentang nasib mereka.”
Berri menekankan pentingnya menekan Israel untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata.
Dia mengatakan kewajiban Israel termasuk gencatan senjata permanen dan penarikan diri dari wilayah pendudukan.
“Israel harus menghentikan tembakan sepenuhnya dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki. Keduanya belum terjadi, dan Israel malah menggandakan serangan udaranya. Setidaknya hentikan tembakannya,” imbuh Berri.
Pejabat Lebanon tersebut menyatakan dukungannya untuk dialog antara Presiden Joseph Aoun dan Hizbullah, namun dia mengingatkan, “Penting juga untuk menekan musuh agar melaksanakan kewajiban perjanjian gencatan senjatanya.”
Dia menjelaskan,“Kami telah melaksanakan apa yang diminta dari kami dan tidak seorang pun meragukannya. Mengenai (Israel), belum. Ini tentu saja merupakan tanggung jawab Amerika dan ini juga berarti bahwa kami tidak menyerahkan semua kartu kami”.
Berri mengatakan Lebanon telah melakukan bagiannya, termasuk mengerahkan tentara di selatan dan memastikan penarikan Hizbullah dari wilayah tersebut.
Dia menambahkan, “Apa yang diminta dari kami adalah dua hal yang telah dicapai oleh Lebanon, yaitu pengerahan tentara di Selatan dan penarikan Hizbullah dari sana, dan sejak saat itu (Hizbullah) tidak melepaskan satu tembakan pun.”
Menurutnya, Hizbullah telah menahan diri dari tindakan militer apa pun sejak saat itu. (mm/presstv)