Damaskus, LiputanIslam.com – Pasukan keamanan Suriah terlibat bentrok dengan orang-orang bersenjata di kota Tartus, dan telah jatuh sejumlah korban tewas dan luka
Media Suriah mengutip pernyataan pejabat Kementerian Dalam Negeri bahwa belasan anggota pasukan keamanan tewas dan 10 lainnya terluka akibat bentrokan di Tartus pada hari Rabu (26/12).
Bentrokan terjadi di tengah gelombang aksi protes dan kemarahan yang melanda banyak kota, termasuk Latakia dan Homs.
Menurut beberapa laporan, seorang pengunjuk rasa tewas dan beberapa lainnya terluka di Homs setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk membubarkan massa.
Gelombang unjuk rasa terjadi menyusul beredarnya penggalan video yang memperlihatkan serangan terhadap sebuah makam Alawite di bagian utara Suriah.
Penguasa baru Suriah telah mengumumkan jam malam di banyak kota, termasuk ibu kota Damaskus, serta Homs dan Jabaleh.
Rekaman yang memperlihatkan “penyerbuan dan serangan” terhadap makam itu adalah rekaman “lama dan berasal dari masa pembebasan” Aleppo pada awal bulan ini, ungkap pernyataan Kementerian Dalam Negeri.
Disebutkan pula bahwa serangan itu dilakukan oleh “kelompok tak dikenal” dan “penerbitan ulang” video itu bertujuan untuk “menimbulkan pertikaian di antara warga Suriah pada tahap yang sensitif ini.”
Serangan itu dilaporkan menewaskan lima penjaga makam, sementara makam itu sendiri dibakar.
“Kami menyerukan agar mereka yang menyerang makam itu dimintai pertanggungjawaban,” kata Ali Daoud, seorang pengunjuk rasa di Jableh.
Kantor berita SANA melaporkan bahwa polisi di pusat kota Homs memberlakukan jam malam mulai pukul 6:00 malam hingga pukul 8:00 pagi waktu setempat pada hari Kamis. (mm/presstv)