Teheran, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump memperingatkan semua orang yang ada di Teheran, ibu kota Iran, untuk “segera mengungsi,” di tengah eskalasi konfrontasi militer antara Iran dan Israel.
“Iran seharusnya menandatangani kesepakatan yang saya minta mereka tandatangani. Sungguh memalukan. Sungguh membuang-buang nyawa manusia. Sederhananya, Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam sebuah posting di Truth Social, Senin (16/6). Dia menambahkan, “Semua orang harus segera mengungsi dari Teheran.”
Ketika konfrontasi antara Iran dan Israel meningkat, Pentagon pada hari Senin mengumumkan pihaknya telah mengalihkan kapal induk USS Nimitz dari Laut Cina Selatan ke Timur Tengah.
Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di sela-sela hari pertama KTT para pemimpin G7 di Alberta, Kanada, Trump mengatakan bahwa Iran harus kembali ke meja perundingan.
Dia mengklaim bahwa Iran ingin berunding, tapi sudah terlambat, dan apa yang terjadi saat ini menyakitkan bagi kedua belah pihak. “Iran tidak akan memenangkan perang ini, dan harus kembali ke meja perundingan sebelum terlambat,” tegasnya.
Dia mengisyaratkan bahwa dia telah memberi Iran tenggat waktu 60 hari untuk kembali berunding mengenai program nuklirnya, tapi Teheran belum menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan.
Pada hari Jumat 13 Juni 2025, Israel, dengan dukungan AS, melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, mengebom fasilitas nuklir dan pangkalan rudal serta membunuh sejumlah perwira senior militer dan ilmuwan nuklir, dan mengakibatkan total 224 orang gugur dan 1.277 orang terluka.
Pada hari yang sama, Iran menanggapi dengan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak, yang juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan, dan 24 orang tewas, dan 592 orang terluka, menurut Kantor Pers Pemerintah Israel, sementara khalayak memastikan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar, mengingat bahwa Israel menerapkan sensor berita secara ketat.
Tel Aviv dan Teheran menganggap satu sama lain sebagai musuh bebuyutan mereka, dan agresi Israel saat ini terhadap Iran adalah yang paling luas dan menandai transisi dari “perang bayangan” menjadi konflik militer terbuka. (mm/raialyoum)