AlQuds, LiputanIslam.com – Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Israel, Herzi Halevy, memperingatkan agar tidak membicarakan operasi militer dan aktivitas tentara Israel di media, dan mengancam akan menghabisi pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan Muhammad al-Daif.
“Pemimpin Hamas Muhammad al-Deif dan Yahya Sinwar tidak lagi mempengaruhi pertempuran sama sekali. Meskipun demikian, kita harus melenyapkan mereka,” ungkapnya dalam rapat pemerintahan Israel, Ahad (11/2).
Terkait dengan pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tentang “operasi militer Israel dalam waktu dekat di Rafah”, Halevy memperingatkan bahwa “wacana publik tentang operasi militer tidak benar,” dan menyerukan agar “menghindari memberikan rincian tentang tahapan perang.”
Mengenai Sinwar, dia mengatakan, “Kami memberi tahu Sinwar melalui media di mana kami akan berada dalam dua menit. Kami memberi tahu dia tentang setiap langkah yang kami ambil dan mengizinkannya mempersiapkan kedatangan kami. Sulit untuk mengatur pertempuran dengan cara ini.”
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan, “Kami sebenarnya ingin mencapai demiliterisasi di Jalur Gaza, dan ini memerlukan kendali dan tanggung jawab keamanan tertinggi kami atas wilayah tersebut, seluruh wilayah barat Yordania, termasuk Gaza, dan kami tidak ada alternatif selain itu di masa mendatang.”
Sementara itu, sumber terkemuka di gerakan Hamas memperingatkan Israel bahwa operasi militer apa pun yang mungkin dilakukan terhadap kota Rafah akan memusnahkan negosiasi pertukaran tawanan antara gerakan tersebut dan Israel.
Khalayak internasional mengkhawatirkan risiko bencana kemanusiaan di kota Rafah jika Israel melancarkan serangan besar-besaran ke kota tersebut, sementara Jalur Gaza mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat buruk saat perang memasuki hari ke-128. (mm/raialyoum)