Teheran, LiputanIslam.com – Kepala Badan Intelijen Turki, Ibrahim Kalin, berkunjung ke Iran dan mengadakan pertemuan dengan pejabat Iran di Teheran untuk membahas perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah dan isu perang melawan terorisme.
Kalin pada hari Sabtu (8/2) menemui Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Ali Akbar Ahmadian.
Mereka membahas berbagai tema, termasuk perang melawan terorisme, khususnya terhadap kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan kelompok teroris ISIS. Mereka juga membicarakan ancaman bersama, situasi di Suriah, gencatan senjata Gaza, dan perkembangan terkait isu Palestina.
Kedua pihak menekankan bahwa Teheran dan Ankara memiliki hubungan yang erat dan persaudaraan serta memiliki pandangan yang sama dalam banyak isu.
Sementara itu, dalam panggilan telepon pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan mitranya dari Turki, Hakan Fidan, membahas isu-isu regional, khususnya perkembangan terbaru di wilayah Palestina pendudukan serta hubungan timbal balik.
Araghchi mengatakan beberapa negaranya menentang keras gagasan Presiden AS Donald Trump untuk pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza, dan bahwa rencana tersebut akan menjadi kelanjutan dari genosida rezim Israel di Palestina.
Dia mendesak negara-negara Muslim untuk mengambil sikap “tegas dan bersatu” melawan rencana tersebut dan menyerukan pertemuan segera para menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas masalah tersebut.
Araghchi juga memuji hubungan baik dengan Turki serta menekankan pentingnya tukar pikiran secara kontinyu antara kedua negara dalam upaya perluasan hubungan di berbagai bidang.
Menteri luar negeri Turki mengatakan kedua negara harus meningkatkan kerja sama di semua bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Fidan juga menekankan perlunya dukungan kontinyu semua negara Muslim kepada hak bangsa Palestina, dan menyambut baik usulan menteri luar negeri Iran untuk mengadakan pertemuan darurat OKI. (mm/presstv)