Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengimbau kepada presiden Irak, Abdul Latif Rashid, untuk tidak mempercayai klaim persahabatan Amerika Serikat (AS), dan mengatakan bahwa keberadaan satu saja orang AS di Irak sudah terlalu banyak.
Dalam kata sambutannya saat ditemui Al-Rashid dan delegasi yang menyertainya di Teheran, Sabtu (29/4), Ayatullah Khamenei meminta pihak Irak untuk memperluas hubungan bilateral dengan Iran.
“Perluasan kerjasama bilateral dan penerapan perjanjian adalah untuk kepentingan kedua negara,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, “Kemajuan, kemakmuran, kemerdekaan, dan kekuasaan Irak sangat berarti bagi Republik Islam Iran…. Republik Islam Iran mendukung Irak, dan kami mengharapkan kemajuan Irak.”
Ayatullah Khamenei menyebutkan bahwa untuk memperluas kerjasama secara serius, Irak dan Iran perlu menindaklanjuti perjanjian antara keduanya belakangan ini, terutama di bidang keamanan dan ekonomi.
“Perluasan hubungan antara Iran dan Irak dan pendalamannya memiliki musuh besar. Kalau bukan karena ikatan sejarah dan agama yang kuat antara kedua negara, kondisi hubungan ini mungkin akan kembali ke kondisi di era Saddam,” tuturnya.
Mengenai AS, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Orang Amerika bukan teman siapa pun, dan belum berkomitmen untuk persahabatan mereka dengan orang Eropa.”
Dia lantas menekankan, “Bahkan keberadaan satu orang Amerika saja di Irak sudah terlalu berlebihan.”
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Presiden Iran Sayid Ebrahim Raeisi ini, Presiden Irak Abdul Latif Rashid menyatakan kepuasannya atas pertemuan ini, dan mengatakan, “Hubungan kami dengan Republik Islam Iran adalah hubungan yang berkesinambungan dan kuat di berbagai area dan bidang.”
Mengacu pada pertemuan dan pembicaraannya dengan para pejabat Iran, dia menambahkan, “Irak melakukan upaya terbaiknya untuk memperdalam hubungan dengan Iran dan menjalankan beberapa masalah yang tersisa antara kedua negara.”
Presiden Irak juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari pemerintah dan rakyat Iran di berbagai waktu, terutama selama perang melawan terorisme. (mm/mna)
Baca juga: