AlQuds, LiputanIslam.com – Utusan Presiden AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, yang sedang berada di Israel, menyampaikan pesan tajam dan tegas kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan mendesaknya untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata di Gaza.
“Jangan melakukan apa pun yang akan membahayakan fase kedua perjanjian itu,” bunyi pesan tersebut, seperti dikutip Channel 12 Israel.
Kushner dan Witkoff mengadakan pertemuan panjang lebar dengan Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Dermer pada hari Senin (20/10). Menurut sumber yang mengetahui detail pertemuan tersebut, para utusan tersebut menyampaikan pesan yang jelas dan tegas dari Presiden: “Jangan bertindak yang sekiranya membahayakan gencatan senjata.”
Utusan Trump juga mengatakan kepada Netanyahu: “Kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk mencapai tahap kedua perjanjian. Karena itu, membela diri bagi tentara, tentu saja, ya. Namun, mempertaruhkan gencatan senjata dan mengambil risiko yang tidak perlu sama sekali tidak dapat diterima.”
Sebuah sumber politik Israel menyatakan, “Amerika fokus pada isu ini dan tidak melupakannya. Mereka ingin maju ke tahap kedua, dan tidak melupakannya sedetik pun. Mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk memastikan gencatan senjata dan ketentuan perjanjian dipertahankan untuk melangkah ke tahap kedua.”
Sementara itu, selama pertemuan tersebut Netanyahu dan Dermer mengklaim bahwa Israel berkomitmen pada gencatan senjata dan perjanjian tersebut, tetapi Hamas-lah yang melanggarnya.
Di pihak lain, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, di hari yang sama balik menyatakan Israel memiliki kebijakan sistematis untuk terus melanggar perjanjian gencatan senjata.
Menurutnya, Hamas berkomitmen pada semua detail perjanjian gencatan senjata di Gaza, terutama pada tahap pertama, yang melibatkan penyerahan semua tawanan yang masih hidup sekaligus. (mm/raialyoum/alalam)