Teheran, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, menelepon Presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian, dan keduanya membahas perkembangan situasi politik dan lapangan terkait dengan “perang genosida yang dilancarkan oleh rezim pendudukan di Jalur Gaza, dan membicarakan perkembangan isu Palestina secara keseluruhan, ” menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Hamas pada hari Ahad (14/7).
Haniyeh menyampaikan ucapan selamat kepada Pezeshkian atas keterpilihannya sebagai presiden Iran dalam “pemily presiden di mana rakyat Iran mengekspresikan nilai demokrasi dan permusyawaratan dengan cara yang paling indah.”
Menurut pernyataan tersebut, Haniyeh memaparkan peristiwa“pembantaian keji rezim pendudukan terhadap warga sipil, termasuk pembantaian di Khan Yunis dan Al-Shati kemarin (Sabtu), dengan dalih menyerang para pemimpin kubu resistensi.”
Haniyeh menyebutkan bahwa “pembantaian ini terjadi meskipun ada sikap positif dari Hamas dan faksi-faksi pejuang mengenai negosiasi gencatan senjata, sementara (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu pun dalam pernyataannya belakangan ini malah menetapkan persyaratan baru yang tidak tertera dalam teks proposal yang dipertukarkan melalui mediator, sehingga menunjukkan keinginan Netanyahu untuk melanjutkan dan meningkatkan agresi, bukan pencapaian kesepakatan.”
Kepala Biro Politik Hamas mengapresiasi “pendirian Iran terhadap Palestina dan kubu resistensi serta dukungan Iran kepada tujuan kami di berbagai bidang.”
Dia juga menyatakan “harapannya agar ada pengerahan upaya politik dan diplomatik lebih besar untuk mendorong tercapainya penghentian agresi terhadap rakyat kami. ”
Sementara itu, Presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian, menurut pernyataan itu, menegaskan “kecamannya sangat keras atas serangan brutal yang dilancarkan oleh pendudukan terhadap konsentrasi pengungsi di wilayah Al-Mawasi,” dan mengingatkan bahwa “kejahatan yang mengerikan ini menunjukkan keinginan entitas untuk melanjutkan genosida dan mematahkan keinginan kubu resistensi, dan hal itu akan gagal.”
Di pihak lain, menurut pernyataan itu, Presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian menyatakan “kecamannya yang sangat keras atas serangan brutal pasukan pendudukan terhadap konsentrasi pengungsi di wilayah Al-Mawasi.”
Pezeshkian menegaskan, “Iran tidak akan membiarkan rakyat Palestina sendirian dalam keadaan sulit in””.
Dia menambahkan bahwa “pemerintahannya akan menempatkan masalah Palestina sebagai prioritas utama karena ini karena ini merupakan isu sentral dunia Islam.”
Pezeshkia juga mengatakan, “Kami akan mengerahkan segenap upaya kami untuk menghentikan perang dan genosida.” Dia menekankan bahwa “langkah jangka panjang yang diperlukan adalah menyudahi pendudukan, dan bangsa Palestina harus mendapatkan haknya secara penuh.” (mm/alalam)