Kemlu Iran: Barbarisme Israel Tak Halangi Takdirnya Menuju Kebinasaan

0
168

Teheran, LiputanIslam.com   Iran mengecam aksi Rezim Zionis Israel menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, dan memastikan bahwa barbarisme Zionis yang didukung AS tidak akan dapat mengubah perjalanan takdir Israel menuju kebinasaan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kana’ani, Kamis (28/7), menyatakan bahwa aksi Zionis tersebut merupakan “contoh penghancuran, penembakan, pembantaian, kekerasan, penindasan, penangkapan bahkan terhadap anak kecil, perusakan lahan pertanian, dan penebangan pohon yang dilakukan oleh rezim pendudukan Israel setiap hari”.

Dia menambahkan, “Kelanjutan barbarisme ini, yang katanya terjadi dengan dukungan tanpa syarat AS, tidak akan mengubah takdir rezim apartheid Zionis.”

Rabu lalu, pasukan Israel meruntuhkan enam rumah Palestina di timur Jerikho, Tepi Barat, dalam sebuah langkah yang telah banyak dikecam sebagai kebijakan perampasan dan pembersihan etnis warga Palestina oleh rezim Tel Aviv.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa pasukan Israel menghancurkan sekitar 1.032 rumah dan bangunan Palestina di kota-kota Tepi Barat dan Quds Timur pada tahun 2021.

Menurut Pusat Informasi Palestina, sebuah laporan yang diterbitkan oleh Land Research Center of the Arab Studies Society pada pertengahan Juni mencatat bahwa selama periode itu Israel telah menghancurkan 361 bangunan milik warga Palestina dan menggusur 1.834 warga Palestina, termasuk 954 anak kecil.

Laporan itu juga mendata bahwa pasukan Israel telah menghancurkan 671 fasilitas yang menyediakan berbagai layanan untuk lebih dari 5.455 warga Palestina, termasuk 2.600 anak kecil dan 1.800 wanita.

Selain itu, Israel juga menghancurkan sebanyak  93 sumur yang memasok air untuk 1.800 hektar tanah pertanian Palestina serta 216 bangunan yang menampung lebih dari 16.400 ekor domba.

Israel secara rutin menghancurkan rumah-rumah Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds Timur dengan dalih bahwa bangunan itu dibangun tanpa izin, yang hampir tidak mungkin didapat oleh warga Palestina.

Israel terkadang juga menyuruh warga Palestina menghancurkan rumah mereka sendiri atau membayar biaya pembongkaran.

Setidaknya 600.000 orang Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di Tepi Barat dan Al-Quds.

Semua permukiman Israel itu ilegal di mata hukum internasional. Beberapa resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah mengutuk kegiatan pemukiman Israel di wilayah pendudukan. (mm/fna)

Baca juga:

Hamas Bantah Israel Klaim Temukan Terowongan Militer

Bantuan Israel Untuk Ukraina Membuat Rusia Mengamuk

DISKUSI: