Kedubes AS Di Baghdad Tuding Pemimpin Besar Iran Koruptor, Ini Reaksi Masyarakat Irak

0
76

Baghdad, LiputanIslam.com – Aliansi Fatah di Irak merilis statemen keras mengecam Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Irak di Baghdad, yang menurut aliansi ini, “bersikap lancang terhadap seorang marji’ (ulama panutan atau otoritas keagamaan) besar.”

Dalam statemen itu Aliansi Fatah menyatakan menolak penggunaan misi diplomatik di wilayah Irak untuk melancangi negara dan bangsa lain.

“Kami menolak penggunaan misi diplomatik di tanah Irak untuk mengusik negara mana pun atau menistakan otoritas keagamaan karena anak-anak bangsa Irak sama sekali tidak memperkenankannya,” bunyi statemen itu, Jumat (26/4/2019), sebagai tanggapan dan reaksi atas meme yang disebar oleh kedutaan AS di Baghdad dan berisi tudingan bahwa Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei adaalah sosok  “koruptor”.

Aliansi Fatah menambahkan, “Tindakan ini bertentangan dengan konvensi dan kaidah diplomatik. Penerbitan penghinaan besar melalui situs resmi Kedutaan Besar AS terhadap salah satu marji’ yang dihormati oleh bangsa Irak adalah pelanggaran mencolok, tidak dapat diterima, dan karena itu pertama kami menuntut penghapusan notasi penistaan itu, atau mendesak Kementerian Luar Negeri (Irak) agar memanggil Kuasa Usaha AS dan menyampaikan nota protes keras. ”

Aliansi ini juga menegaskan, “Bangsa Irak mempertahankan reaksinya sesuai dengan kerangka hukum melalui kanal  politik dan diplomatik serta aktivitas kerakyatan terhadap penistaan yang melampau batas itu.”

Menurut aliansi ini, penistaan tersebut tidak lepas dari kehendak kaum Zionis untuk melanggar hukum dan konvensi diplomatik serta memprovokasi bangsa Irak sehingga Kementerian Luar Negeri Irak patut memanggil Kuasa Usaha AS dan menilainya sebagai “sosok yang tak patut”.

Kedutaan Besar AS di halaman Facebook-nya telah memosting meme bertuliskan tuduhan bahwa Ayatullah Khamenei memiliki kekayaan sekira US$ 200 miliar di saat rakyat Iran hidup menderita. (mm/rt)

DISKUSI: