Kecam Teror Di Selandia Baru, Presiden Iran Serukan Perlawanan Terhadap Islamfobia Di Barat

0
93

Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa tragedi teror yang menimpa warga Muslim di Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) merupakan peristiwa yang kembali menunukkan keharusan adanya upaya internasional secara total melawan Islamfobia yang dikobarkan oleh sebagian penguasa di Barat.

Rouhani mengutuk serangan”teroris dan rasis” terhadap warga  Muslim yang sedang beribadah di masjid itu, dan menyebutnya sebagai insiden “biadab dan menyakitkan” yang melukai hati segenap umat Muslim di dunia, termasuk bangsa Iran.

Setidaknya satu pria bersenjata telah memberondongkan peluru hingga menewaskan 49 orang dan melukai lebih dari 40 orang ketika para korban itu sedang menunaikan shalat Jumat di dua masjid Selandia Baru. Peristiwa ini menjadi tragedi penembakan massal terburuk di negara itu, dan pelakunya dinyatakan sebagai teroris oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

“Kejahatan biadab ini, yang tercermin dalam kesyahidan dan terlukanya sejumlah jamaah yang tidak bersalah dan tidak berdaya, adalah bukti baru perlunya perjuangan secara total melawan terorisme dan kebencian terhadap agama lain dan kelompok etnis, dan Islamofobia yang adalah hal biasa di Barat, yang sayangnya dipicu oleh pemerintah Barat tertentu,” kecam Rouhani dalam sebuah pesannya.

Dia menjelaskan, “Kejahatan ini menunjukkan bahwa terorisme masih menjadi isu penting di dunia, dan membutuhkan perjuangan dan pendekatan terpadu oleh semua negara melawan kekerasan dan ekstremisme di bagian mana pun di dunia.”

Dia menambahkan, “Republik Islam Iran masih berkomitmen untuk perang melawan terorisme dan rasisme, dan yakin bahwa, berkat persatuan dan solidaritas umat Islam, rencana musuh yang membabi buta dan tanpa tujuan tidak akan menghasilkan apa-apa selain cela bagi mereka sendiri.”

Rouhani juga menyerukan kepada khalayak internasional, khususnya negara-negara Muslim, agar menunjukkan reaksi serius terhadap kejahatan anti-manusia tersebut, dan “mempermalukan sponsor terbuka maupun terselubung bagi tindakan demikian.”(mm/presstv)

DISKUSI: