Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak memerlukan izin dari pihak manapun dalam memperkaya uranium, dan karena itu dia menilai AS “salah besar” jika bersikeras agar Iran menghentikan aktivitas di bidang nuklir bertujuan damai tersebut.
Pernyataan tegas terhadap AS itu dia ungkapkan dalam kata sambutannya pada haul gugur mantan presiden Iran Sayyid Ebrahim Raisi di Teheran, Selasa (20/5).
Ayatullah Khamenei mula-mula mengenang ketokohan dan pendirian Sayyid Raisi, yang gugur bersama beberapa pejabat senior lain, termasuk mantan menteri luar negeri Hossein Amir-Abdollahian dalam peristiwa kecelakaan helikopter di Provinsi Azerbaijan Timur, barat laut Iran, pada 19 Mei 2024.
“Raisi bersikap jelas dan tidak membiarkan musuh mengklaim bahwa dirinya telah mengajak Iran ke meja perundingan lewat ancaman, bujukan, dan tipu daya…Tentu saja pada masanya juga pernah diadakan perundingan tidak langsung (dengan AS) seperti sekarang ini, tapi tidak membuahkan hasil, dan sekarang pun kami tidak yakin akan membuahkan hasil, dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” ungkapnya.
Menyinggung kebersikerasan AS dan sejumlah negara Barat untuk menekan Iran agar tidak memperkaya uranium, dia mengatakan,“Salah besar ketika AS mengatakan, ‘Kami tidak akan memperkenankan Iran memperkaya uranium.’ Di negara ini (Iran), tak ada orang yang menantikan izin dari ini dan itu. Republik Islam Iran akan terus menindak lanjuti kebijakan dan caranya.”
Dia menambahkan, “Pada kesempatan lain saya akan menjelaskan niat dan tujuan sebenarnya dari kebersikerasan mereka itu.”
Ayatullah Khamenei menyatakan demikian setelah Iran dan AS mengadakan putaran keempat pembicaraan tidak langsung di Muscat dengan mediasi Oman sejak awal tahun ini.
Selama perundingan tersebut, AS berulang kali bersikeras menuntut “penghentian total” aktivitas pengayaan uranium Iran, dengan tujuan memberi label pada setiap tingkat pengayaan sebagai “garis merah.”
Teheran menolak mentah-mentah desakan itu dengan menegaskan bahwa apapun hasil perundingan ini, Iran tetap akan melanjutkan program pengayaan uraniumnya.
Teheran juga berulang kali menekankan status damai program nuklirnya, dan menegaskan bahwa perundingan harus membahas pencabutan sanksi ilegal AS terhadap Teheran dan menghindari pembicaraan mengenai kekuatan militer. (mm/alalam/presstv)