Kazakhstan Kian Membara, Puluhan Orang Tewas, CSTO Kirim Pasukan

0
140

Almaty, LiputanIslam.com –  Kerusuhan di Kazakhstan makin membara dan menjatuhkan banyak korban tewas dan luka  manakala kota terbesar dan pusat pemerintahan negara ini, Almaty, dilanda bentrokan berdarah antara demonstran dan pasukan keamanan pada hari Kamis (6/1).

Juru bicara polisi kota Saltanat Azirbek mengatakan kepada saluran berita lokal bahwa “puluhan penyerang telah dibasmi” ketika mereka mencoba menyerbu gedung-gedung pemerintah.

Pihak berwenang menyatakan sedikitnya 18 polisi tewas, satu di antaranya ditemukan dengan kondisi kepala terpenggal. Kantor walikota juga dilaporkan dibakar setelah demonstran masuk ke gedung. Polisi mengaku telah menangkap sekira 2000 orang di Almaty.

Situasi mengerikan itu terjadi sehari setelah tentara diperintahkan turun tangan untuk mengendalikan kerusuhan. Saksi mata mengatakan mereka melihat kendaraan lapis baja dan puluhan tentara bergerak di alun-alun utama Almaty.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengumumkan melalui saluran televisi resmi bahwa lebih dari seribu orang terluka dalam aksi protes dan kerusuhan yang telah mengguncang negara ini sejak beberapa hari lalu.

Bank Sentral Kazakhstan mengumumkan penangguhan aktivitas bank dan bursa, menyusul penjarahan lembaga-lembaga keuangan di beberapa kota, sementara lalu lintas udara ke dan dari Kazakhstan telah dihentikan secara total.

Gelombang protes yang dipicu oleh kenaikan harga gas bermula pada Ahad lalu di kota barat Zhanazin, dan kemudian meluas ke Almaty pada Selasa malam.

Dugaan Terorisme dan Pengiriman Pasukan CSTO

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, yang membubarkan kabinet dan mengumumkan keadaan darurat,  dalam pidato televisi mengatakan, “Kelompok elemen kriminal memukuli tentara kita, mempermalukan mereka, menyeret mereka telanjang di jalan-jalan, menyerang wanita dan menjarah toko.”

Tokayev mengaku telah meminta kepada para kepala negara anggota Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO), aliansi militer yang disponsori Rusia, untuk membantu Kazakhstan mengatasi “ancaman teroris”. Menurutnya, “komplotan teroris yang terlatih di luar negeri” telah memimpin demonstrasi.

Senada dengan ini, juru bicara polisi Saltanat Azerbek mengatakan, “Pasukan ekstremis tadi malam mencoba menyerbu gedung administrasi dan kantor polisi kota Almaty.”

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan selaku ketua CSTO mengumumkan bahwa organisasi ini akan mengirim “pasukan penjaga perdamaian kolektif” ke Kazakhstan. Dalam sebuah posting di Facebook dia menambahkan bahwa pasukan ini akan menetap di sana  “untuk jangka waktu terbatas demi stabilitas dan pemulihan situasi” yang mengalami “gangguan eksternal.”

Rusia mengumumkan batalion pertama “pasukan penjaga perdamaian” telah dikirim atas permintaan Presiden  Tokayev.

Juru bicara kementerian Rusia Maria Zakharova mengatakan, “Sebuah pasukan penjaga perdamaian kolektif dari CSTO telah dikirim ke Kazakhstan untuk jangka waktu terbatas demi menjamin stabilitas dan pemulihan situasi.” (mm/raialyoum/dw)

DISKUSI: