Sanaa, LiputanIslam.com – Jutaan orang kembali turun ke jalan di Sana, ibu kota Yaman, dan di berbagai kota dan daerah lain di negara ini pada hari Jumat (26/7) untuk menandai dukungan dan solidaritas mereka kepada rakyat dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza, sembari menyerukan operasi pembalasan lebih besar tentara Yaman terhadap Israel.
Rakyat Yaman telah menggelar demo bela Palestina setiap hari Jumat, dan sejauh ini telah berlangsung selama 40 pekan berturut-turut. Mereka membawa dan membentangkan bendera Palestina dan Yaman serta meneriakkan slogan-slogan anti AS dan Israel.
Massa dalam aksi terbaru mendesak tentara Yaman untuk membalas serangan Israel beberapa waktu lalu terhadap pelabuhan Hodeidah di Yaman barat, dan menyatakan kesiapan untuk konfrontasi langsung dengan rezim dan sekutu utamanya, AS.
Mereka meneriakkan slogan-slogan yang menegaskan bahwa rakyat Yaman terus mendukung rakyat dan pejuang Palestina, dan tidak terintimidasi oleh agresi apa pun.
Massa juga memekikkan yel-yel kecaman terhadap rezim-rezim Arab yang menormalisasi hubungan dengan entitas Zionis dan menolak menjatuhkan sanksi terhadap Israel dengan pemutusan hubungan.
Rakyat Yaman dalam aksi tersebut memuji kepahlawanan, keteguhan dan ketabahan rakyat Palestina dalam menghadapi mesin pembunuh Amerika-Zionis .
Mereka juga menyatakan hormat kepada Angkatan Bersenjata Yaman sembari menyerukan aksi-aksi militer lebih lanjut dan lebih masif terhadap Israel dalam operasi fase kelima.
Dalam deklarasi aksi itu, rakyat Yaman menegaskan; “Musuh memicu kemarahan kami dengan membakar (fasilitas di) al-Hudaydah untuk mencapai kemenangan palsu, dan operasi kami terus berlanjut; pembalasan tidak bisa dihindari.”
Kepada bangsa-bangsa Arab dan Muslim, massa demonstran berpesan; “Jika kalian tidak ingin membela rakyat Palestina, maka pertahankanlah martabat kalian, yang telah dipermalukan oleh Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel). Sudah selayaknya kalian beraksi dan membuat musuh-musuh kalian mendengar suara amarah kalian, untuk kalian tunjukkan bahwa kalian masih hidup dan bahwa rezim yang tercela dan memalukan tidak mewakili kalian.”
Yaman telah tekun mengadakan demonstrasi setiap hari Jumat sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina sejak perang pecah di Gaza pada 7 Oktober 2023.
Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah juga telah melancarkan ratusan operasi anti-Israel di perairan internasional untuk memaksa Israel mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Serangan pesawat nirawak Yaman telah menghantam Tel Aviv Jumat lalu hingga menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.
Yaman berjanji untuk menyerang wilayah-wilayah pendudukan Israel sebagai tanggapan atas serangan udara Israel terhadap Yaman pada hari Sabtu pekan lalu. (mm/presstv)