Mekkah, LiputanIslam.com – Jutaan jamaah Muslim dari seluruh dunia telah memulai proses ibadah haji tahunan di kota suci Mekkah Al-Mukarramah di Arab Saudi, dengan menunaikan manasik atau ritus-ritus tertentu selama beberapa hari hingga berpuncak pada Idul Adha.
Pada hari pertama ritual di hari Minggu (25/6), parajemaah melakukan tawaf pertama mengitari Baitullah Kaabah, sebagai awal serangkaian manasik selama empat hari di kota suci Mekkah dan sekitarnya.
Penunaian manasik tentu saja menuntut kebugaran jemaah secara fisik karena mereka harus menunaikannya di berbagai lokasi yang berbeda dengan jarak rata-rata antara 5 hingga 15 kilometer per hari.
Ibadah ini menguji kesabaran para jemaah dan merupakan tantangan pada tingkat spiritual, emosional, dan fisik sehingga memerlukan beberapa persiapan, dan bagi banyak orang, merupakan peristiwa sekali seumur hidup.
Para jamaah akan bermalam di tenda-tenda di Mina pada Senin malam dan menghabiskan hari Selasa di Padang Arafah, tempat Nabi Muhammad (SAW) pernah menyampaikan khotbah terakhirnya.
Setelah melempar batu dalam ritual lempar Jumrah pada hari Rabu, yang menandai dimulainya Idul Adha, jemaah kembali ke Mekkah untuk melakukan “tawaf” perpisahan dengan mengitari Kaabah sebanyak tujuh kali.
Otoritas Saudi menyebut ibadah haji tahun ini sebagai ibadah haji “terbesar” dalam beberapa tahun terakhir, karena sebanyak lebih dari dua juta orang dari lebih dari 160 negara tercatat berpartisipasi dalam ritual keagamaan superkolosal tahunan tersebut. (mm/pt)