Teheran, LiputanIslam.com – Unjuk rasa akbar pendukung pemerintah Iran melanda seantero negara republik Islam ini, Senin (12/1. Jutaan orang turun ke jalan memekikkan kutukan terhadap aksi brutal kawanan perusuh dan teroris bersenjata. Atas aksi rakyat tersebut, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan apresiasinya dengan menyebut mereka telah mencetak sebuah peristiwa monumental yang sangat besar.
Teheran, ibu kota Iran, dan serta berbagai kota dan daerah lain di seluruh penjuru Iran tenggelam dalam demonstrasi skala masif di mana para peserta mengibarkan bendera Iran, poster pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini dan Pemimpin Besar Ayatullah Khamenei, sembari memekikkan slogan-slogan kutukan terhadap AS, Israel dan kawanan perusuh.
Warga Teheran membentuk lautan massa di bundaran dan alun-alun publik, dan menegaskan penolakan keras mereka terhadap tindakan vandalisme dan terorisme yang dilakukan gerombolan perusuh di beberapa kota dan daerah.
Para pengunjuk rassa akbar dalam aksi nasional itu juga menegaskan dukungan mereka kepada Pemimpin Besar dan pemerintahan Islam.
Dalam rekaman video, wartawan TV nasional di Teheran dalam liputan dari helikopter melaporkan, “Wahai rakyat Iran, hari ini, Senin Senin 12 Januari 2026 pukul 15.10, saya melaporkan bahwa inilah lautan rakyat Teheran. Rakyat Iran bersatu melawan para gembong teroris brutal bersenjata, yaitu AS dan Rezim Zionis (Israel). Hari ini, penduduk Teheran bersama rakyat di seluruh penjuru Iran lainnya serempak meneriakkan kata ‘tidak’ terhadap para teroris bersenjata dan anasir yang berafiliasi dengan mereka.”
Massa pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan antara lain: “Mampus Amerika”, “Matilah Israel”, “Bangsa kami waspada, muak terhadap perusuh”, dan “Wahai pemimpin Besar, kami siap berkorban,” “Kami hadir demi kecintaan kepada pemimpin Besar”
Seorang peserta unjuk rasa mengatakan, “Kami bangkit, jalanan Iran takkan kami biarkan jatuh ke tangan kawanan perusuh dan penebar fitnah!”
Peserta lain mengatakan, “Segala kesulitan akan kami atas sendiri, dan tak ada sangkut pautnya dengan asing. Saya putri Iran, sepenuhnya bebas. Memuja asing adalah aib besar dan pantangan bagi kami.”
Ada pula yang mengatakan, “Para perusuh dan munafik yang dipersenjatai oleh asing untuk mengacaukan keamanan Iran itu bukan bagi dari bangsa Iran.”
Pemimpin Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dalam ucapan selamat dan apresiasinya menyebut rakyat Iran dalam aksi itu telah mencetak prestasi dan peristiwa bersejarah.
“Hari ini Anda sekalian telah mencapai prestasi besar dan membuat sejarah. Kerumunan besar dan teguh ini telah menggagalkan rencana musuh, asing, yang akan dilaksanakan oleh orang-orang bayaran di dalam negeri,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Rakyat Iran yang agung telah menunjukkan kekuatan, tekad, dan identitas mereka dalam menghadapi musuh-musuh mereka. Ini menjadi peringatan bagi para politisi Amerika untuk menghentikan tipu daya mereka dan tidak bergantung pada pengkhianat bayaran. Rakyat Iran kuat, mampu, sadar, mengenal musuh mereka, dan selalu hadir di lapangan.”
Beberapa pejabat Iran, termasuk presiden, menteri luar negeri dan ketua parlemen juga turun ke jalan. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan orasinya dalam aksi di Teheran.
“Tak syak lagi, salah satu faktor kemenangan kita atas musuh ialah rakyat kita terjun ke lapangan melawan asing. Musuh selalu berpikir bahwa jika mereka datang melakukan invasi militer maka rakyat kita akan terpecah belah. Mereka selalu saja salah, ngawur dan serampangan dalam mempersepsikan bangsa Iran. Kali ini pun mereka ngawur,” ungkap Ghalibaf.
Dia menambahkan, “90 juta rakyat Iran dengan semua bahasa daerah, suku, agama, mazhab, dan pilihan politik mereka telah kompak dan bersatu melawan asing dalam Perang 12 Hari.” (mm/alalam/irib)