Teheran, LiputanIslam.com – Jenderal Yahya Safavi, penasihat Pemimpin Besr Iran Sayyid Ali Khamenei, mengatakan setidaknya 16 pilot tewas dalam serangan Iran Juni lalu di sebuah pusat pelatihan pilot di Israel.
“Setidaknya 16 pilot tewas dalam serangan rudal di sebuah pusat pelatihan pilot Israel, sementara rezim pendudukan Israel mencegah publikasi detail tentang korban dan kerusakan yang terjadi selama perang 12 hari tersebut,” kata Safavi, Senin (29/9).
Pada malam 13 Juni, Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran sembari menuduhnya “mengejar program nuklir militer rahasia.” Serangan udara dan sabotase tersebut menyasar fasilitas nuklir, komandan militer, fisikawan nuklir terkemuka, dan pangkalan udara Iran.
Kedua belah pihak terlibat aksi saling serang selama 12 hari, dan Amerika Serikat (AS) kemudian bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada malam 22 Juni.
Iran lantas membalas AS dengan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al-Udeid yang ditempati oleh militer AS di Qatar pada malam 23 Juni, sembari menyatakan bahwa “Iran tidak berniat melakukan eskalasi lebih lanjut.”
Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan harapannya bahwa “serangan terhadap pangkalan militer AS di Qatar telah meredakan ketegangan di Iran, dan bahwa jalan menuju perdamaian dan harmoni di Timur Tengah kini menjadi potensial.”
Dia juga mengumumkan, “Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata, yang secara resmi akan mengakhiri perang 12 hari.” (mm/mehr)