Teheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Abolfazl Shekarchi, memastikan Poros Perlawanan tetap solid dan menunjukkan kekuatan operasional yang bahkan lebih besar daripada sebelumnya, meskipun Rezim Zionis Israel getol berusaha mengubah perimbangan.
Shekarchi menyatakan demikian dalam sebuah upacara pada hari Kamis (7/8), menandai peringatan 40 hari gugurnya beberapa komandan militer Iran dalam agresi Israel-AS terhadap Iran pada bulan Juni.
Dia menyebutkan bahwa Hizbullah Lebanon, Hamas, Ansarullah Yaman, dan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF/Hasdh al-Shaabi) Irak serta pasukan perlawanan di negara-negara lain beroperasi lebih kuat dari sebelumnya.
“Front perlawanan ini tetap tak terkalahkan, dan akan memberikan respons yang proporsional terhadap semua ancaman,” tegasnya.
“Kesyahidan para pejuang perlawanan semakin memperkuat front ini,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa alih-alih melemahkan gerakan, gugurnya para syuhada justru memperkuat kekuatan dan persatuannya.
Jenderal Shekarchi menekankan bahwa para syuhada berperan sebagai tulang punggung strategis Poros Resistensi, berdiri teguh melawan arogansi global,khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Sementara itu, di hari yang sama, Pemimpin Ansarullah Yaman Sayid Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa militer Israel menggunakan bom dan amunisi buatan AS dalam serangan brutalnya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
“Musuh, Zionis, melanjutkan pembantaiannya dengan bom Amerika dan menargetkan perempuan, anak-anak, dan lansia yang sedang mencari makanan,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
Dia juga mengatakan, “Beberapa warga Amerika telah mengangkat senjata di Gaza dan berpartisipasi dalam kejahatan yang sedang berlangsung di Gaza, dan beberapa perwira Amerika telah mengakui fakta tersebut. Seorang perwira Amerika telah mengakui bahwa jebakan maut di Gaza pada dasarnya dirancang untuk membunuh warga Palestina.”(mm/presstv/alalam)