Teheran, LiputanIslam.com – Saat hitungan mundur dimulai untuk pemilihan presiden Iran lebih awal pada tanggal 28 Juni, para pemilih di negara republik Islam ini sedang mempertimbangkan pilihan mereka untuk menggunakan hak pilih mereka guna memilih kandidat yang paling kompeten.
Menurut jajak pendapat terbaru, Mohammad Baqer Qalibaf, ketua parlemen Iran dan seorang politisi veteran, unggul jauh dibandingkan pesaing lainnya dalam pemilu tersebut.
Dirilis pada hari Kamis (14/6), jajak pendapat tersebut, sebuah survei lapangan pra-pemilihan berbasis wawancara yang dilakukan oleh lembaga-lembaga independen, menunjukkan Qalibaf unggul dibandingkan kandidat lainnya.
Saeed Jalili, mantan perunding nuklir dan kepala badan keamanan tertinggi negara itu, bertengger di posisi kedua.
Survei yang dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 Juni ini melibatkan para responden berusia di atas 18 tahun dari Teheran, berbagai provinsi lain, ibu kota provinsi, dan desa-desa.
Dalam survei pertama, di antara mereka yang mengatakan mereka pasti akan memberikan suara mereka pada tanggal 28 Juni, 22 persen mengaku akan memilih Qalibaf.
Jalili menjadi capres favorit kedua, dengan 19,2 persen responden yang mengaku akan memilihnya.
Masoud Pezeshkian, seorang anggota parlemen senior dan mantan menteri kesehatan, berada di urutan ketiga, dengan perolehan 9,8 persen.
Amir-Hossein Qazizadeh Hashemi, mantan anggota parlemen dan saat ini menjabat sebagai kepala yayasan syuhada, tertahan di urutan keempat dengan 3,1 persen responden.
Alireza Zakani, Walikota Teheran dan mantan anggota parlemen, dan Mostafa Pourmohammadi, mantan menteri dalam negeri, sama-sama mendapat dukungan dari 1,1 persen responden.
Sebanyak 41,7 persen responden masih ragu menentukan pilihannya.
Dalam survei lain, Qalibaf kembali muncul sebagai favorit, dengan dukungan 20,5 persen, sementara Jalili menyusul dengan 15,4 persen, Pezeshkian berada di urutan ketiga dengan 12,1 persen, dan dukungan untuk Hashemi juga tertahan pada angka 3,1 persen.
Sebanyak 41,7 persen responden masih ragu menentukan pilihannya.
Dalam survei lain di antara mereka yang mengatakan mereka pasti atau mungkin akan memilih pada tanggal 28 Juni, Qalibaf kembali muncul sebagai favorit, dengan dukungan 20,5 persen.
Enam kandidat yang mencalonkan diri untuk jabatan eksekutif tertinggi, yang disetujui oleh badan pengawas pemilu tertinggi di negara tersebut, dewasa ini sedang berkampanye melalui media pemerintah maupun di lapangan.
Pemungutan suara akan diadakan pada tanggal 28 Juni di dalam negeri dan luar negeri. (mm/presstv)
