Gaza, LiputanIslam.com – Sedikitnya 59 orang, termasuk anak-anak, gugur dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza, menurut sumber medis.
Tim penyelamat dan petugas medis di kawasan pesisir itu mengatakan setidaknya 12 orang yang berasal dari keluarga yang sama termasuk di antara mereka yang gugur ketika rumah mereka di Jabalia, Gaza utara menjadi sasaran pada hari Kamis (24/4).
Enam anggota keluarga lainnya, sepasang suami istri dan empat anak mereka, gugur ketika serangan udara menghancurkan rumah mereka di Kota Gaza, ungkap pertahanan sipil dalam sebuah pernyataan.
Sepuluh orang lainnya gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan terhadap kantor polisi di daerah Jabalia di Gaza utara, menurut pernyataan dari Rumah Sakit Indonesia, tempat para korban dibawa.
“Semua orang mulai berlarian dan berteriak, tidak tahu harus berbuat apa karena kengerian dan parahnya pengeboman itu,” kata Abdel Qader Sabah, 23 tahun, dari Jabalia, mengenai serangan yang menghantam stasiun yang terletak di dekat pasar.
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang apa yang diklaimnya sebagai “pusat komando dan kendali” Hamas di daerah Jabalia, tanpa menjelaskan apakah mereka menargetkan kantor polisi.
Militer Israel sebelumnya telah menggunakan pembenaran serupa dalam serangan yang menghantam rumah sakit dan sejumlah tempat penampungan yang menampung keluarga Palestina yang mengungsi.
Setidaknya 26 orang gugur dalam serangan Israel lainnya di seluruh wilayah itu, menurut petugas medis dan badan pertahanan sipil.
Dilaporkan bahwa kru pertahanan sipil masih bekerja untuk menggali reruntuhan di lokasi serangan terbaru di Jabalia, dan seorang petugas penyelamat yang mengatakan banyak korban mengalami luka bakar. (mm/aljazeera)