Gaza, LiputanIslam.com – 22 warga Palestina gugur dalam serangan Israel terhadap rumah-rumah penduduk di Jalur Gaza, Kamis (22/8).
Sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa” mengatakan pihaknya “kedatangan enam korban gugur, termasuk tiga anak kecil, dan empat korban luka, akibat pemboman Israel terhadap sebuah rumah milik keluarga Al-Dabaki di Al -Lingkungan Batani di kamp Al-Maghazi (bagian tengah Jalur Gaza).”
Artileri Israel membom area di sekitar Pemakaman Abu Ubaida dan Menara Qastal, di sebelah timur kota Deir al-Balah dan timur al-Maghazi, di tengah tembakan helikopter yang terputus-putus.
Sumber medis mengatakan bahwa tentara Israel melakukan pembantaian dengan membom sebuah rumah keluarga Hamouda di kota Beit Lahia (Jalur Gaza utara), menggugurkan 11 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak.
Dinas Pertahanan Sipil Palestina menyatakan, “Kru dan tim medis kami berhasil menemukan sejumlah korban, termasuk mayat hangus, dan memadamkan api besar akibat serangan terhadap rumah keluarga Hamouda.”
Sumber medis juga mengumumkan gugurnya tiga warga Palestina akibat pemboman sebuah apartemen tempat tinggal milik keluarga Salman di Tal al-Zaatar, sebelah timur kamp Jabalia di Jalur Gaza utara.
Di kota Khan Yunis, seorang wanita dan anaknya gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan drone Israel terhadap sebuah rumah milik keluarga Abu Daqqa di daerah Al-Fokhari, sebelah timur kota, menurut petugas medis Palestina.
Saksi mata mengatakan,“Kendaraan militer Israel menembakkan peluru dan melepaskan tembakan senapan mesin berat di sekitar Kota Hamad, sebelah utara Khan Yunis.”
Di selatan Kota Gaza, penembakan artileri kembali terjadi di sekitar Kompleks Islam di lingkungan Al-Sabra, sementara tembakan sengit terus berlanjut dari kendaraan Israel yang ditempatkan di selatan lingkungan Al-Zaytoun, Tal Al-Hawa dan Al-Sabra.
Dengan dukungan Amerika, Israel terus mengobarkan perang di Gaza sejak tanggal 7 Oktober 2024 sampai sekarang, dan sejauh ini telah menjatuhkan korban jiwa dan luka sebanyak lebih dari 133.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, serta menyebabkan hilangnya lebih dari 10.000 orang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang mematikan.
Israel mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk penghentian perang secepatnya, serta perintah Mahkamah Internasional untuk pencegahan genosida dan perbaikan situasi kemanusiaan di Gaza. (mm/raialyoum)