Gaza, LiputanIslam.com – Mediator AS dan Arab dilaporkan terus bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, tapi di saat yang sama Israel terus melakukan pembantaian di Jalur Gaza. Dalam peristiwa terbaru, serangan pasukan Zionis bahkan menggugurkan sedikitnya 41 warga Palestina.
Para mediator, dalam pembicaraan di Mesir dan Qatar, berusaha untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan perang yang telah berlangsung selama 14 bulan di Jalur Gaza. Kesepakan gencatan senjata itu akan mencakup pembebasan sejumlah orang Israel yang ditawan pejuang Palestina sejak tanggal 7 Oktober 2023, dan pembebasan sejumlah orang Palestina yang ditahan oleh Israel.
Sumber yang mengetahui pembicaraan itu mengatakan bahwa para mediator berhasil mempersempit beberapa celah pada poin-poin penting sebelumnya, namun perbedaan tetap ada.
Di Gaza, petugas medis mengatakan sedikitnya 13 warga Palestina gugur dalam serangan udara Israel yang terpisah, termasuk di dua rumah di Kota Gaza dan sebuah kamp pusat.
Petugas medis mengatakan serangan udara Israel pada Rabu malam (18/12) menggugurkan sembilan orang di dekat kamp pengungsi Shati di Kota Gaza, sementara serangan lainnya menggugurkan empat orang di sebuah proyek perumahan dekat Beit Lahiya di utara. Tidak ada komentar dari Israel.
Kemudian pada hari Kamis (19/12), serangan udara menggugurkan sedikitnya 15 warga Palestina di dua tempat yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi di pinggiran timur Kota Gaza di Tuffah, kata petugas medis, sehingga jumlah korban tewas pada hari Kamis menjadi 41 orang.
Militer Israel lagi-lagi mengaku menyerang pejuang Hamas. Kali ini mereka menyatakan bahwa mereka menyerang pejuang yang beroperasi di kompleks komando dan kontrol di daerah-daerah yang sebelumnya merupakan Sekolah Al-Karama dan Sha’ban di Tuffah.
Militer Israel mengklaim Hamas menggunakan kompleks-kompleks itu untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap pasukan Israel. (mm/aljazeera)