Jenin, LiputanIslam.com – Pasukan Israel membunuh sedikitnya 10 warga Palestina dan melukai sekira 40 lainnya dalam sebuah serangan di kota Jenin, Tepi Barat, sehingga Hamas untuk menyerukan mobilisasi penuh pemuda Palestina untuk melawan pasukan pendudukan.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa malam (21/1) mengumumkan bahwa 10 warga Palestina gugur dan sekitar 40 lainnya terluka akibat agresi pendudukan Israel terhadap Jenin dan sekitarnya.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa pasukan pendudukan mencegah krunya menjangkau korban di dalam kamp Jenin.
Jumlah korban gugur diperkirakan akan terus meningkat karena ada korban cedera serius, menurut Dokter Baha Yahya dari Rumah Sakit Al-Razi di Jenin. Dia menyebutkan bahwa rumah sakitnya menangani korban luka anak-anak berusia satu tahun.
Direktur Rumah Sakit Pemerintah Jenin mengatakan bahwa sejumlah dokter dan perawat juga terluka akibat peluru pasukan pendudukan saat menyerbu kota tersebut.
Media Palestina melaporkan bahwa pasukan rezim, yang didukung oleh helikopter, menyerbu Jenin dan kamp pengungsiannya pada Selasa pagi menyusul beberapa serangan drone.
Juru bicara pasukan keamanan Palestina, Anwar Rajab, dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pasukan Israel telah “menembaki warga sipil dan pasukan keamanan, hingga mengakibatkan beberapa warga sipil dan sejumlah personel keamanan terluka, salah satunya dalam kondisi kritis”.
Militer Israel juga mengonfirmasi bahwa tentara, polisi, dan badan intelijennya telah memulai operasi, yang oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut sebagai operasi “besar dan signifikan” untuk “memberantas terorisme”.
Jenin menjadi tempat pasukan rezim telah melakukan beberapa serangan dan serbuan besar-besaran selama setahun terakhir. Serangan terhadap Jenin belakangan terjadi hanya dua hari setelah dimulainya gencatan senjata antara Israel dan gerakan perlawanan Palestina Hamas.
Hamas dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa orang-orang di Gaza “berduka atas para syuhada Jenin yang gugur akibat tembakan dan pemboman pasukan pendudukan.” Hamas juga mendesak “pemuda pejuang Jenin untuk memobilisasi dan meningkatkan konfrontasi dengan tentara Israel.”
Hamas memastikan bahwa serangan yang “dilancarkan oleh rezim pendudukan di Jenin akan gagal, sebagaimana semua operasi militer sebelumnya terhadap rakyat kami” di Gaza.
Hamas, yang telah berperang melawan pasukan Israel selama 741 hari di Jalur Gaza, menegaskan bahwa operasinya yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah pendudukan pada Oktober 2023, merupakan “paku terakhir di peti mati rezim Israel yang sedang runtuh.” (mm/alalam/presstv)