Gaza, LiputanIslam.com – Israel kembali melanggar gencatan senjata dan melancarkan serangan dengan menggunakan drone terhadap tenda-tenda pengungsi di sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan hingga menggugurkan lima warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dan melukai beberapa lainnya pada Rabu malam (3/12),
Eskalasi ini terjadi tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman, menyusul pengumuman militer bahwa lima tentaranya terluka dalam bentrokan dengan para pejuang Palestina yang “muncul dari sebuah terowongan di kota Rafah” di Gaza selatan.
Sumber medis di Rumah Sakit Kuwait mengatakan, “Lima warga, termasuk dua anak-anak, gugur, dan beberapa lainnya terluka, setelah pasukan pendudukan Israel melancarkan serangan udara terhadap tenda-tenda pengungsi di kamp Al-Najat di wilayah Khan Younis.”
Koresponden Anadolu melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak Israel juga menyebabkan kebakaran di beberapa tenda milik pengungsi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Wilayah yang menjadi target tentara Israel antara lain wilayah yang mereka tinggalkan berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.
Kantor Penyiaran Israel (IBCC) menyatakan bahwa Angkatan Udara Israel mulai melancarkan serangan terhadap Khan Younis di Jalur Gaza selatan setelah insiden Rafah yang mengakibatkan lima tentara Israel terluka.
Hamas menyatakan bahwa agresi biadab Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, yang mengakibatkan tewasnya lima warga Palestina, termasuk anak-anak, merupakan kejahatan perang dan pengabaian secara terbuka terhadap perjanjian gencatan senjata.
Hamas menyerukan kepada para mediator dan negara penjamin untuk menghentikan pendudukan fasis agar tidak melanjutkan kejahatannya, dan mencegah penjahat perang Netanyahu menghindari kewajiban perjanjian. (mm/raialyoum)