Gaza, LiputanIslam.com – 22 warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya terluka dalam genosida terbaru yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan Zionis dengan membom gedung Sekolah Rufaydah, yang menampung ribuan pengungsi di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Kamis (10/10).
Pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa lebih dari 20 warga sipil gugur, dengan kondisi tubuh sebagian besarnya hancur dan terpotong-potong, dan puluhan orang terluka. Beberapa rekaman video yang beredar memperlihatkan gambar-gambar yang mengenaskan dan kembali menunjukkan kebiadaban pasukan Zionis .
Kantor media pemerintah di Gaza mengumumkan bahwa pasukan Zionis mengetahui sekolah tersebut menampung ribuan anak-anak dan perempuan pengungsi, dan mereka memilih waktu pemboman ketika anak-anak sedang aktif bergerak untuk memperoleh makanan sehari-hari.
Kantor tersebut menyebut bahwa pembantaian itu menjadikan jumlah tempat penampungan dan pusat pengungsian yang dibom oleh Israel bertambah menjadi 190, dan pusat-pusat ini menampung ratusan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal akibat perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina.
Sementara itu, tentara Israel di hari yang sama mengumumkan tewasnya tiga perwira Zionis dalam pertempuran dengan pejuang Palestina di Jalur Gaza utara, dan dengan demikian jumlah korban tewas di pihak militer Israel bertambah menjadi 734 tentara sejak 7 Oktober 2023.
Menurut para pengamat, Israel menyembunyikan kerugian jiwa dan materinya dalam perang di Jalur Gaza dan Lebanon. Israel mencegah fotografi dan peredaran foto dan klip video, dan memperingatkan agar tidak memberikan informasi apa pun kepada media mengenai hal ini, kecuali melalui media outlet media yang tunduk pada kontrol ketatnya.
Sejak 7 Oktober 2023, tentara pendudukan Israel telah melancarkan perang genosida di Jalur Gaza, hingga menggugurkan dan melukai lebih dari 138.000 warga, yang sebagian besarnya anak-anak dan kaum perempuan, serta menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang di tengah kehancuran besar dan kelaparan yang mematikan. (mm/alalam/raialyoum)