Gaza, LiputanIslam.com – Pesawat-pesawat Rezim Zionis Israel telah menyerang beberapa lokasi di Jalur Gaza, menyerang sebuah situs militer di sebelah barat kota Gaza dan sebuah situs di kamp pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza.
Serangan itu dilancarkan pada Rabu pagi (5/4), menyusul serangan polisi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa di kota Al-Quds (Yerussalem) pada Selasa semalam (4/4).
Serangan Israel di Gaza didahului dengan tembakan empat rudal dari Gaza pada Rabu pagi sebagai tanggapan atas serangan polisi Israel di Al-Aqsa.
Saksi mata mengatakan tank Israel juga menembaki posisi Hamas di sepanjang perbatasan selatan Jalur Gaza, menurut kantor berita Reuters.
Tidak ada korban yang segera dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan bahwa pengeboman terbaru Israel itu merupakan “upaya yang gagal untuk mencegah kontinyuitas dukungan Gaza kepada rakyat kami di Al-Quds dan Tepi Barat”.
Dia memuji “perlawanan gagah berani” warga Palestina, termasuk yang berada di Jalur Gaza, dan menambahkan bahwa mereka akan terus menggunakan “hak kami untuk mendukung Masjid Al-Aqsa”.
Ketegangan di Al-Aqsa selama bulan Ramadhan di masa lalu mengakibatkan konflik mematikan antara Israel dan Hamas yang berkuasa di Gaza, terakhir pada tahun 2021.
Dalam serbuan pasukan Zionis ke Masjid Al-Aqsa pada Selama malam, 12 warga Palestina terluka oleh peluru berlapis karet dan pemukulan oleh polisi Israel, menurut Bulan Sabit Merah Palestina, yang juga menyatakan bahwa pasukan itu mencegah petugas medis mencapai kompleks masjid.
Pemimpin Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhala, dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa rakyat Palestina harus mempersiapkan diri untuk konfrontasi yang tak terhindarkan ini dalam beberapa hari mendatang. (mm/aljazeera/raialyoum)
Baca juga: