Damaskus, LiputanIslam.com – Setidaknya sembilan orang gugur pada hari Ahad (10/11) akibat serangan Israel terhadap sebuah bangunan di daerah Sayyidah Zainab, selatan Damaskus, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR)
SOHR dalam laporan terbarunya menyebutkan, “Jumlah korban tewas dalam serangan di daerah Sayyida Zeinab bertambah menjadi 4 warga sipil (seorang wanita dan tiga anaknya) berkewarganegaraan Suriah, dan 5 orang, termasuk seorang komandan Hizbullah Lebanon, dan sisanya adalah tidak teridentifikasi.”
Jumlah korban sebelumnya yang dilaporkan oleh SOHR menyebutkan sedikitnya 7 orang terbunuh dalam serangan itu.
SOHR menambahkan bahwa serangan itu menyasar “sebuah apartemen yang dihuni oleh keluarga Lebanon dan anggota Hizbullah.”
Direktur SOHR Rami Abdel Rahman menjelaskan bahwa komandan Hizbullah yang terbunuh dalam serangan itu “aktif di Suriah dan berkewarganegaraan Lebanon.”
Kantor Berita resmi Suriah, SANA, mengutip sumber militer dan melaporkan, “Israel melancarkan agresi udara dari arah wilayah pendudukan Golan Suriah, dan menyasar sebuah bangunan tempat tinggal di daerah Sayyidah Zainab di pinggiran Damaskus.”
Menurut SANA, serangan udara itu menyebabkan “tujuh warga sipil gugur syahid, termasuk anak-anak dan wanita, melukai dua puluh lainnya, dan terjadi kerusakan material pada properti pribadi.”
Di daerah tersebut terdapat makam suci Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib as.
Menurut SOHR, serangan itu terjadi setelah lima orang gugur akibat serangan Israel yang menyasar Suriah utara dan barat laut pada dini hari Jumat-Sabtu.
Pada hari Selasa, serangan udara Israel menyasar kota Qusayr, Suriah tengah, dekat perbatasan dengan Lebanon, menurut media resmi Suriah, sementara tentara Israel mengaku telah menyerang depot senjata milik Hizbullah..
Selain itu, tentara Israel pada hari Senin mengklaim telah membom markas intelijen Hizbullah di Suriah dalam serangan di Damaskus.
Sejak dimulainya konflik di Suriah pada tahun 2011, Israel melancarkan ratusan serangan udara terhadap Suriah.
Laju serangan Israel ke Suriah meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan semakin intensifnya konflik di Lebanon antara Israel dan Hizbullah, yang dimulai pada tanggal 23 September.
Israel belakangan ini membidik titik-titik di dekat perlintasan perbatasan yang menghubungkan Suriah dan Lebanon dengan dalih mencegah Hizbullah memindahkan “alat militer” dari Suriah ke Lebanon. (mm/raialyoum)