AlQuds, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menuduh Iran menyelundupkan senjata ke Yordania dan kemudian ke Tepi Barat sebagai upaya menciptakan “front timur” melawan Israel.
Dalam akunnya di platform X, Kamis (29/8), Katz menyebutkan; “Iran sedang berupaya menciptakan front timur untuk meneror Negara Israel melalui unit khusus Garda Revolusi, yang berspesialisasi dalam penyelundupan senjata dan pendanaan serta mengarahkan organisasi teroris.”
Dia juga menyatakan; “Pada tahap pertama, Iran menyelundupkan senjata ke Kerajaan Yordania, terutama melintasi perbatasan Suriah, dalam upaya untuk melemahkan rezim dan mengubah perbatasan Israel-Yordania menjadi perbatasan yang panas dan bukannya perbatasan perdamaian, dan dari di sana, senjata-senjata tersebut diselundupkan ke Tepi Barat, khususnya ke kamp-kamp pengungsi Palestina, di mana infrastruktur teroris Hamas yang ke-Iranan sedang dibangun, serupa dengan model proksi yang telah dibangun di Gaza, Lebanon, Yaman, dan Irak. Otoritas Palestina tidak mampu menghadapi ancaman ini, yang juga membahayakan keberadaannya.”
Menteri Luar Negeri Israel menambahkan; “Pada tingkat ofensif, Israel harus mengambil tindakan tegas melawan infrastruktur teroris, yang sedang dibangun di lapangan, seperti yang telah kita mulai. Pada tingkat pertahanan, pagar keamanan harus segera dibangun di sepanjang perbatasan antara Israel dan Yordania untuk mencegah aliran senjata canggih Iran.”
Dia menyebutkan; “Selain itu, Amerika Serikat dan negara-negara Barat harus bekerja untuk memperkuat Kerajaan Hashemite Yordania melawan sabotase Iran dan memungkinkannya mempertahankan perbatasannya… Semua tindakan harus diambil dengan tekad dan kecepatan, disamping pengetatan sanksi terhadap rezim Iran untuk membatasi aktivitas subversifnya.”
Katz pada hari Rabu menyerukan evakuasi sementara di Tepi Barat bertepatan dengan operasi militer skala besar yang dilancarkan oleh pasukan Israel, dan menuduh Iran mempersenjatai faksi-faksi Palestina, ketika tentara Israel Senin lalu mengumumkan dimulainya operasi militer skala besar di Tepi Barat.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa operasi tersebut akan berlanjut selama berhari-hari, dan secara khusus difokuskan di lokasi serangan bom Tel Aviv pada 18 Agustus.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis malam mengumumkan sebanyak 16 warga Palestina menjadi gugur akibat agresi pendudukan Israel di Jenin, Tubas, dan Tulkarm sejak dini hari Rabu. (mm/raialyoum)