TelAviv, LiputanIslam.com – Israel memperkirakan bahwa drone baru bernama Yafa yang diluncurkan dari Yaman dan meledak di Tel Aviv pada dini hari Jumat (19/7) telah menempuh jarak sekitar 2.000 km, karena mengambil jalur baru untuk menyesatkan sistem pemantauan tentara.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan perkiraan Israel menunjukkan bahwa drone yang diluncurkan dari Yaman menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer, dan terkadang mengambil jalur baru dibandingkan sebelumnya, untuk menyesatkan sistem deteksi dan pemantauan tentara Israel.
Menurut perkiraan Israel, hulu ledak drone, yang berbobot beberapa kilogram, dirancang untuk mengakomodasi penerbangan jarak jauh.
Surat kabar swasta itu menambahkan bahwa tentara Israel terus menyelidiki seluruh jalur penerbangan, tetapi menurut perkiraan awal, drone Yafa melewati Sinai dan melintasi Laut Mediterania di lepas pantai selatan Israel.
Kemudian terbang di ketinggian rendah, dan sesampainya di tepi Tel Aviv, turun hingga ketinggian beberapa puluh meter di atas permukaan air agar tak terdeteksi.
Radio militer Israel melaporkan di platform X bahwa berat pesawat diperkirakan sekitar 10 kilogram, dan menempuh perjalanan sekitar 10 jam selama penerbangan dari Yaman ke Tel Aviv.
Pada dini hari Jumat, Otoritas Penyiaran Israel mengatakan, “Satu orang Israel tewas dan 10 lainnya terluka ketika sebuah pesawat tak berawak jatuh di pusat Tel Aviv, ratusan meter dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.”
Militer Yaman kubu Ansarullah mengaku bertanggung jawab atas serangan di Israel, dan menyebutnya sebagai “yang pertama dari jenisnya.”
Setelah serangan hari ini, seorang pejabat senior Israel kepada situs berita Israel Ynet mengatakan, “Israel akan menanggapi serangan yang dilakukan oleh Houthi dengan pesawat tak nirawak.”
Pejabat tersebut, yang namanya tidak diungkapkan oleh situs tersebut, melanjutkan: “Opsi untuk menyerang wilayah Yaman ada di atas meja.”
Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant berjanji untuk membuat Yaman “menanggung akibat“.
Gallant mengatakan bahwa dia memerintahkan “penguatan sistem pertahanan udara” pada pertemuan para komandan militer, dan menambahkan melalui akunnya di platform X bahwa “sistem keamanan akan membuat siapa pun yang mencoba merugikan Negara Israel, atau mengirimkan terorisme untuk melawannya, membayar harganya dengan cara yang tegas dan tiba-tiba.” (mm/raialyoum)