Gaza, LiputanIslam.com – Israel melaporkan bahwa truk bantuan PBB telah memasuki Gaza, namun PBB yang sebelumnya telah mengumumkan izin masuknya bantuan tersebut belum mengonfirmasi adanya distribusi.
Israel mengatakan 93 truk bantuan PBB telah memasuki Gaza yang dilanda perang pada hari Selasa (20/5), sehari setelah PBB mengumumkan telah mendapat izin untuk mengirim pasokan untuk pertama kalinya sejak Israel memberlakukan blokade total pada tanggal 2 Maret.
COGAT, badan kementerian pertahanan Israel yang mengawasi urusan sipil di wilayah Palestina, mengatakan, “93 truk PBB yang membawa bantuan kemanusiaan, termasuk tepung untuk toko roti, makanan untuk bayi, peralatan medis, dan obat-obatan farmasi dipindahkan hari ini (Selasa) melalui Perlintasan Kerem Shalom ke Jalur Gaza”.
Pengumuman ini mengemuka di tengah kecaman internasional atas situasi kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina, dan ketika negara-negara Eropa meningkatkan tekanan pada Israel untuk menghentikan perang, dan mengizinkan lebih banyak bantuan masuk.
Seorang juru bicara PBB pada hari Selasa mengatakan bahwa PBB telah menerima izin untuk mengirim “sekitar 100” truk bantuan ke Gaza setelah sembilan truk diizinkan sehari sebelumnya.
Kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher mengatakan bahwa truk-truk yang diizinkan masuk pada hari Senin adalah “setetes air di lautan dari apa yang sangat dibutuhkan”.
Juru bicara kepala PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa “beberapa lusin” diizinkan masuk pada hari Selasa, tetapi berbicara tentang kesulitan menerima pengiriman.
“Hari ini, salah satu tim kami menunggu beberapa jam hingga lampu hijau Israel untuk … mengambil pasokan nutrisi. Sayangnya, mereka tidak dapat membawa pasokan tersebut ke gudang kami,” kata Stephane Dujarric.
“Jadi untuk memperjelas, sementara lebih banyak pasokan telah masuk ke Jalur Gaza, kami belum dapat mengamankan kedatangan pasokan tersebut ke gudang dan titik pengiriman kami,” imbuhnya.
Tentara Israel meningkatkan serangannya pada akhir pekan, dan bersumpah untuk mengalahkan penguasa Gaza, Hamas. (mm/f24)