Israel Mengklaim Temukan Lokasi Yang Diduga Sebagai Pabrik Rudal Iran Di Suriah

0
108

TelAviv, LiputanIslam.com – Perusahaan Israel ISI merilis beberapa foto hasil pencitraan satelit yang dinilai memperkuat “kemungkinan adanya pabrik rudal darat-ke-darat canggih di dekat kota Safita, di sebelah timur kota pesisir Tartous, Suriah.”

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di situs webnya, Rabu (13/3/2019), perusahaan tersebut mengingatkan orang pada laporan Channel 12 Israel pada awal Februari lalu bahwa “intelijen militer Israel telah mendeteksi upaya baru Iran membangun pabrik rudal permukaan-ke-permukaan yang canggih dan berpresisi tinggi di wilayah Suriah.”

ISI dalam laporannya menyatakan bahwa “salah satu gambar menunjukkan tiga gudang utama mirip dengan fasilitas industri,” dan bahwa “jika situs ini terbukti menjadi pabrik rudal berpresisi tinggi maka mungkin dua dari tiga gudang itu digunakan sebagai jalur produksi, sedangkan gudang ketiga digunakan untuk merakit rudal.”

Laporan itu menyebutkan bahwa mesin rudal dan hulu ledak tidak dapat diproduksi di komplek itu karena tidak ada struktur terlindungi yang ditemukan di sana, sebagaimana juga tidak ada roket atau peluncur yang terdeteksi.

Laporan itu menunjukkan bahwa secara umum kompleks ini mirip dengan pabrik lain untuk produksi rudal di Iran, seperti pabrik rudal permukaan-ke-permukaan di Khojir.

Laporan itu juga mencatat bahwa armada bus juga terpantau ditempatkan di pintu masuk komplek itu dalam beberapa bulan terakhir, tampak digunakan untuk mengangkut pekerja, mirip dengan transportasi yang digunakan dalam instalasi militer, dan tangki air baru baru-baru ini dibangun di sana sehingga menunjukkan bahwa lokasi itu aktif dan dalam pengembangan.

Menurut laporan itu, pabrik tersebut berjarak hanya 8 kilometer dari perbatasan Libanon, terletak di daerah yang dikendalikan oleh pemerintah Suriah, dan tercakup oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pola bangunan, lokasi fasilitas, kegiatan di dalam dan sekitar area tersebut memperkuat kemungkinannya sebagai lokasi produksi rudal, “dan tidak dapat diverifikasi apakah situs tersebut adalah milik Iran.”

Media Israel berspekulasi bahwa lokasi itu akan berfungsi untuk memfasilitasi pengiriman rudal ke kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon. (mm/rt)

DISKUSI: