TelAviv, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada hari Minggu (31/8) mengklaim bahwa Abu Ubaidah (40 tahun), juru bicara sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, terbunuh dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza. Ini merupakan serangan terbaru terhadap para pemimpin gerakan Palestina tersebut, yang banyak pejabat seniornya gugur sejak dimulainya perang 23 bulan lalu.
Israel melanjutkan operasi militernya di berbagai wilayah Jalur Gaza, di mana setidaknya 24 orang tewas pada hari Minggu, menurut Pertahanan Sipil di Gaza, di mana penduduknya semakin dihantui ketakutan akan fase selanjutnya.
Katz mengatakan di akun Twitter-nya, “Juru bicara terorisme Hamas di Gaza, Abu Ubaidah, telah dieliminasi.”
Tidak ada tanggapan langsung dari Hamas maupun Brigade Qassam.
Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menyatakan bahwa Abu Obeida menjadi sasaran serangan.
Dia mengatakan bahwa Shin Bet (dinas keamanan dalam negeri Israel) dan militer melancarkan serangan pada hari Sabtu terhadap juru bicara Hamas, Abu Obeida.
“Kita belum tahu hasil akhirnya, dan saya harap dia sudah tidak ada lagi di antara kita,” ujarnya.
Pertahanan Sipil di Jalur Gaza pada hari Sabtu menyatakan setidaknya 66 orang gugur dalam serangan Israel, salah satunya menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di dekat persimpangan Thailand di lingkungan Rimal di Kota Gaza bagian barat. Bangunan ini kemungkinan merupakan tempat Abu Ubaidah dan beberapa anggota keluarganya berada.
Kepala Staf Israel Eyal Zamir pada hari Minggu menyatakan bahwa para pemimpin Hamas di luar negeri akan menjadi sasaran, menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Israel atas terbunuhnya Abu Obeida. “Kemarin kami menyerang salah satu pemimpin senior Hamas, Abu Ubaidah… Operasi kami belum berakhir. Sebagian besar pemimpin Hamas yang tersisa berada di luar negeri, dan kami juga akan menjangkau mereka,” kata Zamir.
Abu Ubaidah mengumumkan serangan “Badai Al-Aqsa” dalam sebuah pernyataan video pada 7 Oktober 2023. Dia menjadi juru bicara Brigade Izzuddin al-Qassam sejak tahun 2002.
Sejak pecahnya perang, dia telah menyampaikan puluhan pernyataan dan pesan audio di televisi, selain juga merilis siaran pers dan tweet melalui kanal media sosial yang berafiliasi dengan Brigade al-Qassam. Dia selalu tampil mengenakan seragam militer dan keffiyeh. Dia dikenal karena suaranya yang serak dan retorikanya yang berapi-api terhadap Israel.
Menurut sumber-sumber Hamas, Abu Ubaidah saat ini dianggap sebagai pemimpin terkemuka dan dekat dengan lingkaran pengambil keputusan dewan militer Brigade Qassam. Dia juga sangat dekat dengan Mohammed Deif dan Mohammed Sinwar. Menurut sumber-sumber Hamas, Abu Ubaidah meraih gelar magister hukum Islam dari Universitas Islam di Gaza. Dia lahir pada 11 Februari 1985 dan besar di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara. (mm/raialyoum)