Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Laut Rezim Zionis Israel telah melancarkan serangan terhadap sebuah pembangkit listrik di dekat ibu kota Yaman, Sanaa, menurut laporan media Israel.
TV Al Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah Yaman melaporkan pada hari Sabtu (16/8) bahwa “agresi” tersebut merusak generator di pembangkit listrik Hezyaz, memicu kebakaran yang kemudian dapat dipadamkan, dan kru darurat berhasil mencegah kerusakan lebih lanjut.
Warga di Sanaa, ibu kota Yaman, melaporkan mendengar setidaknya dua ledakan keras.
Militer Israel mengklaim bahwa lokasi tersebut digunakan oleh pasukan Ansarullah. Namun, mereka tidak memberikan bukti yang membenarkan serangan terhadap pembangkit listrik sipil, sehingga serangan tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Israel pada hari Minggu (17/8), militer Israel mengatakan serangan itu merupakan tanggapan langsung terhadap serangan berulang pasukan Yaman kubu Ansarullah, termasuk rudal dan drone yang diluncurkan ke Israel.
Ansarullah telah berulang kali menembakkan roket dan drone ke Israel sejak 2023 sebagai tanggapan atas genosida Israel di Gaza. Israel membalas dengan mengebom infrastruktur Yaman, termasuk Pelabuhan Hodeidah, jalur vital bagi pengiriman bantuan kemanusiaan.
Israel juga menyerang bandara internasional Yaman, mengklaim bandara tersebut digunakan oleh Ansarullah.
Amerika Serikat dan Inggris juga telah melakukan pengeboman di Yaman ketika pasukan Yaman menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel yang melintasi Laut Merah. Pasukan Yaman mengatakan tindakan tersebut merupakan respon atas perang dan blokade Israel terhadap Gaza.
Pada bulan Mei, Washington mengumumkan gencatan senjata mendadak dengan Yaman, menghentikan kampanye pengebomannya dengan imbalan diakhirinya serangan Yaman terhadap kapal-kapal yang terkait dengan AS di Laut Merah. Pasukan Yaman bersikeras bahwa kesepakatan itu tidak berlaku untuk operasi mereka melawan Israel.
Pasukan AS telah melancarkan ratusan serangan udara di Yaman, menggugurkan lebih dari 250 orang, sebelum gencatan senjata diumumkan. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata itu akan “menghentikan pengeboman”.
Kesepakatan itu mengejutkan Israel di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan bahwa negaranya akan “mempertahankan diri sendiri” jika diperlukan. (mm/aljazeera)