
TelAviv, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel mengancam akan membunuh pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, jika Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah tetap melancarkan serangan terhadap target-target sensitif dan strategis Israel.
Dalam unggahan di X pada hari Jumat (16/5), menteri urusan militer Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa jika operasi Yaman berlanjut maka “mereka akan menderita pukulan yang menyakitkan.”
Katz mengklaim bahwa Tel Aviv “juga akan menyerang para pemimpin teroris,” mengacu pada terorisasi Ansarullah oleh Israel dan sekutunya.
Katz mengatakan bahwa potensi pembunuhan al-Houthi oleh rezim tersebut akan menyerupai pembunuhan terhadap Mohammad al-Deif dan Yahya Sinwar di Gaza.
Al-Deif adalah mantan pemimpin Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas,yang pembunuhannya oleh rezim tersebut diumumkan pada bulan Januari lalu, sedangkan Sinwar adalah mantan pemimpim Hamas di Gaza, yang diumumkan gugur pada Oktober lalu.
Belakangan ini, media Israel mencoba menguatkan dugaan bahwa Tel Aviv juga telah membunuh Muhammad Sinwar, adik Yahya Sinwar, namun Hamas belum mengkonfirmasnya..
Katz juga mengatakan bahwa operasi pembunuhan yang berpotensi berhasil oleh Israel terhadap Sayid al-Houthi akan mengingatkan pada pembunuhan Israel terhadap mantan Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, dan kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh.
Di bawah kepemimpinan Sayid al-Houthi, Yaman telah melancarkan banyak serangan terhadap target-target di seluruh wilayah Palestina pendudukan sejak Oktober 2023, ketika rezim tersebut mulai menyeret Gaza ke dalam perang genosida.
Sejak awal, operasi-operasi tersebut telah diperluas hingga mencakup blokade laut dan udara terhadap Israel.
Blokade tersebut berdampak signifikan pada ekonomi Israel karena membuat proses pengiriman komoditas ke Israel menjadi jauh lebih mahal, dan dalam banyak kesempatan juga menyasar Bandara Ben-Gurion, bandara utama Israel.
Tel Aviv telah menanggapinya dengan meningkatkan serangan-serangan mematikan terhadap Yaman.
Meski demikian, Angkatan Bersenjata Yaman bersumpah untuk mempertahankan serangan-serangan mereka selagi Israel terus melakukan genosida dan blokade terhadap Jalur Gaza. (mm/presstv)