Gaza, LiputanIslam.com – Tentara Israel mengumumkan pihaknya telah membunuh 200 orangPalestina di kawasan Kompleks RS Al-Shifa di sebelah barat kota Gaza sejak mereka menyerbunya lebih dari seminggu yang lalu.
Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Kamis (28/3), tentara Israel menyatakan pihaknya dan Badan Keamanan Umum (Shin Bet) “terus berperang di Rumah Sakit Al-Shifa,” seperti yang dikatakannya.
Mereka mengatakan: “Kelompok tempur dari Brigade 401, Brigade Nahal dan pasukan Unit Komando Marinir ke-13 di bawah komando Divisi 162 bertempur di daerah tersebut.”
Mereka mengklaim bahwa “sejauh ini, sekitar 200 teroris telah berhasil dibasmi di area rumah sakit.”
Mereka juga mengklaim bahwa “selama aktivitas tersebut, pasukan memindahkan para pengungsi, pasien dan staf medis ke kompleks medis alternatif yang telah dilengkapi dan didirikan oleh tentara untuk memungkinkan penyediaan perawatan medis yang sesuai.”
Tentara Zionis Israel kembali menyerbu Kompleks RS Shifa di Gaza pada tanggal 18 Maret, dan serangan mereka masih berlanjut.
Ini adalah kedua kalinya pasukan Israel menyerbu rumah sakit tersebut sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Mereka menyerbu rumah sakit tersebut pada 16 November, setelah mengepungnya selama seminggu, di mana halaman, sebagian bangunan, dan rumah sakit tersebut terblokir, peralatan medis, dan generator listrik hancur.
Pasukan Israel dan pejuang Palestina dilaporkan terlibat konfrontasi di sekitar RS Al-Shifa di Gaza pada hari Kamis. Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Brigade Al-Qassam, dan sayap militer Jihad Islam, Brigade Al-Aqsa, mengaku menyerang pasukan dan tank Israel dengan roket dan mortir.
Dalam sebuah pernyataan, keduanya menyebutkan; “Kami membombardir dengan rentetan mortir terhadap kerumunan tentara musuh di sekitar kompleks Shifa” dalam operasi gabungan.
Brigade Al-Aqsa dalam pernyataan lain menyatakan pihaknya telah menyerang tank Israel dengan rudal anti-tank di luar rumah sakit. Tentara Israel mengatakan orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah pasukannya dari dalam dan luar gedung darurat.
Israel mengatakan pihaknya menyerang para pejuang Hamas yang menggunakan bangunan sipil, termasuk bangunan tempat tinggal dan rumah sakit, untuk berlindung. Hamas membantah klaim tersebut.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan pada hari Kamis bahwa setidaknya 32.552 orang Palestina gugur dan 74.980 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Ribuan orang yang gugur diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan dan lebih dari 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi dari rumah mereka, dan banyak di antara mereka terancam kelaparan. (mm/railayoum)