Gaza, LiputanIslam.com – Sembilan warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, gugur dan sejumlah lainnya terluka akibat pesawat tempur Israel yang membom dua rumah di Jalur Gaza tengah dan utara pada Kamis malam (12/9),
Pertahanan Sipil Palestina di Gaza menyatakan jet tempur Israel membom sebuah rumah keluarga Shaheen di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah hingga menggugurkan enam warga Palestina, termasuk dua anak-anak dan sejumlah perempuan.
Pertahanan Sipil juga menyebutkan bahwa jet tempur Israel membom sebuah rumah keluarga Hassan di daerah Bir al-Naja di utara Gaza, hingga menyebabkan tiga orang gugur dan sejumlah lainnya menderita luka.
Sehari sebelumnya, Militer Israel membom sebuah sekolah yang menampung warga Palestina yang mengungsi di Gaza tengah, menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk enam staf badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Serangan pada hari Rabu yang menghancurkan sebagian fasilitas yang dikelola PBB di kamp pengungsi Nuseirat dikecam oleh beberapa negara dan badan PBB.
Menurut UNRWA, sekitar 12.000 pengungsi Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, berlindung di al-Jaouni, ketika pasukan Israel melakukan dua serangan udara terhadap gedung tersebut.
“Pembunuhan yang tak berujung dan tidak masuk akal, hari demi hari. Staf, tempat, dan operasi kemanusiaan telah diabaikan secara terang-terangan dan terus-menerus sejak awal perang,” kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini.
Kematian enam staf tersebut membuat jumlah karyawan UNRWA yang terbunuh di Gaza menjadi sedikitnya 220 orang.
Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, Mahmoud Basal, mengunggah di aplikasi perpesanan Telegram bahwa sekolah tersebut dibom untuk kelima kalinya, dan lebih dari 18 orang terluka.
Dengan dukungan AS, sejak tanggal 7 Oktober, Israel melancarkan perang dahsyat di Gaza yang sejauh ini telah menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 136.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, serta menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang mematikan.
Israel terus melanjutkan perang ini sembari meremehkan desakan komunitas internasional dengan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikannya, dan perintah Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah genosida dan memperbaiki situasi bencana kemanusiaan di Gaza. (mm/raialyoum)