Gaza, LiputanIslam.com – Serangan Israel di Jalur Gaza sejak dini hari Senin (5/5) menggugurkan sedikitnya 47 orang Palestina serta melukai dan menyebabkan hilangnya beberapa orang lain.
Serangan terbaru Israel itu terjadi di berbagai daerah, termasuk di kawasan Al-Karamah dan Khan Yunis di Jalur Gaza utara, jalan Kulliyat al-Ribath di Jalur Gaza barat, Al-Syujaiyyah di timur kota Gaza, lingkungan Syeikh Al-Ridwan di utara kota Gaza, distrik Beit Lahia di barat laut Jalur Gaza, kota Gaza sendiri, kota Rafah dan kawasan al-Barakah di selatan kota Deir al-Balakh.
Pada awal Maret, tahap pertama perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel berakhir. Perjanjian tersebut, yang mulai berlaku pada tanggal 19 Januari 2025, ditengahi oleh Mesir dan Qatar dan didukung oleh AS, dan faksi-faksi pejuang Palestina pun mematuhinya.
Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional, menghindari dimulainya tahap kedua dan melanjutkan genosida di Gaza pada tanggal 18 Maret, sebagai pemenuhan atas desakan faksi paling ekstrem dalam pemerintahan sayap kanannya untuk memajukan kepentingan politiknya sendiri, menurut media Israel.
Dengan dukungan penuh AS, Israel telah melakukan kejahatan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang telah menggugurkan dan melukai lebih dari 171.000 warga Palestin, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, serta menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang. (mm/raialyom)