Gaza, LiputanIslam.com – Memasuki hari ke-148 agresi Israel di Jalur Gaza, pasukan pendudukan Zionis Israel pada hari Jumat (1/3), terus melakukan pembantaian, dan gagal untuk membenarkan kejahatan pembantaian para pengantre bantuan kemanusiaan, sementara AS pesimis terhadap perjanjian gencatan senjata.
Sehari sebelumnya, pasukan pendudukan melakukan 16 pembantaian, di mana 193 warga Palestina gugur, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sehingga jumlah syuhada bertambah menjadi 30.228 syuhada, sementara korban luka 71.377 orang sejak l 7 Oktober lalu.
Sementara itu, para pejabat PBB mempertanyakan narasi Israel tentang pembantaian para pengantre bantuan, yang memakan korban jiwa sedikitnya 112 orang orang, dan ratusan lainnya luka-luka.
Sekjen PBB menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut, dan Presiden Dewan Eropa menyerukan penyelidikan segera dan independen.
Israel pada hari Jumat menolak berpartisipasi dalam putaran baru perundingan, dan AS juga menyatakan pesimismenya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, sementara sayap militer Hamas , Brigade Izz al-Din al-Qassam, mengumumkan bahwa serangan Israel telah menewaskan tujuh tawanan Isael, satu di antaranya adalah sahabat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (mm/aljazeera)