Gaza, LiputanIslam.com – Pasukan Zionis Israel melanjutkan aksi brutalnya di Jalur Gaza dan ekspansi militernya di Suriah.
Pasukan dan kapal perang Israel menyerang Kamp Pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza meski telah mengumumkan kawasan itu sebagai “zona aman” bagi warga sipil.
Puluhan orang lainnya terluka dan atau hilang akibat serangan terhadap bangunan tempat tinggal dan kantor pos kamp tersebut pada hari Jumat (13/12).
Sehari sebelumnya, militer Israel juga menyerang blok hunian di kamp tersebut, hingga menggugurkan 40 orang dan menyebabkan banyak lainnya terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Pada hari Jumat, pasukan Israel juga membunuh fotografer Palestina Shadi Al-Salfiti dan seorang pemuda lainnya dalam serangan udara di dekat kawasan industri di pusat Kota Gaza, serta mengebom lingkungan Sheikh Radwan, di bagian barat laut kota tersebut, hingga menggugurkan Prof. Abdul Salam Abu Zaida, dekan studi pascasarjana di Universitas Al-Aqsa, dan istrinya.
Tiga orang lainnya juga gugur akibat serangan Israel terhadap dua tenda yang menampung pengungsi di daerah Qizan al-Najjar dan Jourat al-Lut, sebelah selatan kota Khan Yunis di Gaza selatan.
Kebrutalan dan aksi genosida yang dilancarkan militer Israel sejauh ini telah merenggut nyawa hampir 44.900 warga Palestina, yang sebagian besar di antaranya wanita dan anak-anak.
Ribuan korban jiwa di antaranya jatuh selama 70 hari terakhir, di mana rezim tersebut secara signifikan meningkatkan agresi dan blokadenya terhadap bagian utara Jalur Gaza, terutama kota Jabalia dan Beit Lahia.
Laporan lain menyebutkan bahwa tentara Israel juga melanjutkan agresinya terhadap Suriah, melalui udara dan darat, dengan melancarkan beberapa serangan selama beberapa jam, bersamaan dengan kelanjutan serangannya ke bagian selatan Suriah, dan pergerakannya ke arah Damaskus, ibu kota Suriah.
Serangan Israel menargetkan markas besar dan gudang milik tentara Suriah, di provinsi Latakia dan Tartous, dan beberapa daerah lain, termasuk Masyaf, sekitar Damaskus, dan Pegunungan Qalamoun.
Pada hari Kamis, pasukan Zionis menyerang Gunung Qasioun di Damaskus, yang ditempati basis eks Garda Republik Suriah, setelah sebelumnya mereka juga menyerang banyak bagian di antaranya.
Melalui darat, tank-tank Israel pada Kamis malam hingga Jumat bergerak ke provinsi Qantara, dan memasuki kota Khan Arnaba, salah satu kota terbesar di provinsi tersebut. Mereka memasuki area eks kompi militer yang ditinggalkan, tapi kemudian keluar lagi dari sana, menurut keterangan sumber lokal.
Menteri Perang Israel, Yisrael Katz, menginstruksikan kepada tentara agar “bersiap untuk tetap berada di puncak Gunung al-Sheikh (Hermon) sepanjang bulan-bulan musim dingin.”
Dia mengatakan, “Sangat penting bagi keamanan untuk mengendalikan puncak gunung ini, sehingga semuanya harus dilakukan untuk memastikan kesiapan tentara di sana.”
Hal ini terjadi setelah tentara Israel menduduki gunung di Suriah itu serta merebut “zona penyangga” di wilayah pendudukan Golan Suriah, dan melakukan penetrasi ke bagian selatan provinsi Damaskus. (mm/presstvtv/almadeen)