Damaskus, LiputanIslam.com – Sumber-sumber lapangan Suriah menyatakan Rezim Zionis Israel melakukan lebih dari 250 serangan udara terhadap Suriah selama 24 jam terakhir.
Sumber-sumber Suriah melaporkan pada Senin malam (9/12) bahwa tentara pendudukan Israel melancarkan serangan terhadap Bandara Qamishli dan Resimen ke-54 di wilayah Tartab di bagian timur laut Suriah.
Sumber-sumber itu menyatakan bahwa serangan Israel di Suriah menyasar kemampuan militer Suriah, dan pemboman tersebut menjangkau beberapa target berikut:
– Ain Minin di pedesaan Damaskus.
– Markas peperangan elektronik dekat Sayyida Zeinab di Rif Damaskus.
– Bandara helikopter di kota Aqraba.
– Pusat penelitian ilmiah di wilayah Barzeh.
– Pusat Penelitian di Jamraya.
– Bandara Qamishli.
– Daerah Shinchar, selatan Homs.
– Kapal perang di Latakia.
– Pusat Penelitian Ilmiah di Masyaf.
– Laboratorium pertahanan di Masyaf.
– Gudang tentara Suriah di Al-Corniche, Al-Mushairfa, dan Ras Shamra di pedesaan Latakia.
– Gudang di Al-Sumaria di Damaskus.
– Gudang senjata di Adra.
– Resimen ke-54 di daerah Tartab di kota Qamishli.
– Baterai pertahanan udara di pedesaan Damaskus dan kota-kota lain.
– Pesawat-pesawat militer.
– Pelabuhan Latakia.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian integral dari Israel, dan menekankan bahwa “setiap orang saat ini menyadari betapa pentingnya kendali kami atas wilayah tersebut.”
Dalam konferensi pers hari ini, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut kelompok oposisi yang merebut Damaskus sebagai orang-orang dengan “ideologi ekstremis Islam radikal.” Dia juga mengatakan, “Satu-satunya kepentingan kami adalah keamanan Israel dan warganya, karena itu kami menyerang sistem senjata-senjata strategis, seperti rudal dan bom-bom jarak jauh supaya tidak jatuh ke tangan para ekstremis.” (mm/alalam)