Beirut, LiputanIslam.com – Pasukan Israel melancarkan gelombang baru serangan udara dan mengebom beberapa permukiman di Lebanon selatan.
Jaringan berita el-Nashra dan al-Manar Lebanon pada hari Kamis (13/11) melaporkan bahwa pesawat tempur Israel mengebom desa-desa Lebanon di Bint Jbeil dan menyerang pinggiran kota Tayr Falsayh di distrik Tyre, Lebanon selatan.
Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, menyebutkan bahwa jet-jet tempur Israel juga menyerang wilayah al-Khanouk di kotamadya Aitaroun di distrik Nabatieh dengan rudal udara-ke-permukaan.
Serangan tersebut dilaporkan menjatuhkan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
Sebuah pesawat nirawak Israel juga menyerang sebuah kendaraan Renault Rapid di kota Toul di distrik Nabatiyeh, hingga melukai setidaknya satu orang. Serangan itu terjadi di daerah padat penduduk saat para siswa sedang meninggalkan sekolah.
Laporan media lokal yang mengutip sumber-sumber lokal mengatakan bahwa sebuah pesawat tempur Israel menjatuhkan bom sonik di atas pantai Naqoura di Lebanon selatan.
Saksi mata mengatakan bahwa tentara Israel juga menembakkan tembakan senapan mesin ke arah pinggiran distrik Kfar Shouba.
Artileri Israel juga menembaki kota perbatasan selatan Mays al-Jabal pada Rabu malam.
Ketegangan telah meningkat di Lebanon selatan selama berminggu-minggu, karena tentara Israel mengintensifkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon.
Gencatan senjata telah dicapai pada November tahun lalu, namun Israel tetap melanjutkan serangan hampir setiap hari di Lebanon selatan dan timur dan menduduki lima bukit yang dianggap strategis di selatan.
Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 orang dalam serangannya di Lebanon, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berubah menjadi agresi skala penuh pada September 2024.
Israel dan Hizbullah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang berlaku efektif pada 27 November 2024. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Israel diharuskan menarik diri sepenuhnya dari wilayah Lebanon, tetapi ternyata masih menempatkan pasukan di lima lokasi sehingga jelas-jelas melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan ketentuan perjanjian November lalu.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel telah berulang kali melanggar perjanjian tersebut melalui serangan di wilayah Lebanon. (mm/presstv)