TelAviv, LiputanIslam.com – Seorang warga Israel tewas dan 10 lainnya luka-luka pada dini hari Jumat (19/7) akibat ledakan bom mobil di pusat Tel Aviv, dekat kedutaan Amerika Serikat (AS), tanpa mengaktifkan sirene.
Menurut pejabat Perusahaan Penyiaran Israel, sebuah bom mobil meledak tepat pukul 03:15 hari ini di persimpangan jalan Shalom Aleichem dan Ben Yehuda, yang berjarak ratusan meter dari Kedutaan Besar AS, tanpa mengaktifkan sirene.
Pejabat itu menambahkan: “Delapan orang yang terluka ringan akibat pecahan peluru dievakuasi untuk menerima perawatan medis, sementara seorang pria ditemukan tewas di pinggir jalan.”
Sementara itu, juru bicara militer Israel Avichai Adraee mengatakan bahwa setelah pemeriksaan awal, diketahui bahwa ledakan yang terjadi dini hari di Tel Aviv itu disebabkan oleh jatuhnya obyek udara, tanpa mengaktifkan alarm.
Dia menambahkan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki secara mendalam, Angkatan Udara telah mengintensifkan patroli udara operasionalnya, dan tidak ada perubahan dalam instruksi di lini depan.
Sementara itu, Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang menargetkan kota Tel Aviv pada hari Jumat.
Berikut ini pernyataan lengkap Yahya Saree:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah SWT berfirman:
“Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai (QS. 17.7).”
Allah Maha Benar lagi Maha Agung.
Dalam rangka membela rakyat dan para pejuang Palestina dan sebagai balasan atas pembantaian Israel terhadap saudara-saudara kami di Gaza, unit pasukan drone Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan Allah Swt, telah melancarkan operasi militer berkualitas berupa serangan terhadap target-target penting di kawasan pendudukan Yafa, yang oleh orang-orang Israel dinamai “Tel Aviv”.
Operasi militer itu dilancarkan dengan menggunakan drone baru bernama Yafa, yang sanggup menembus sistem pertahanan udara musuh, dan tak terdeteksi oleh radar. Operasi ini sukses mencapai tujuannya.
Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan daerah pendudukan Yafa sebagai kawasan yang tidak aman, dan akan menjadi target utama tembakan senjata kami, dan kami akan berfokus pada serangan terhadap front internal musuh, Israel, dan mencapai kedalamannya.
Angkatan Bersenjata Yaman, yang mengumumkan operasi berkualitas ini, memiliki daftar target serangan di Palestina pendudukan, termasuk target-target sensitif militer dan keamanan, dan dengan pertolongan Allah Swt, akan terus menghantam target-target itu sebagai balasan atas pembantaian dan kejahatan sehari-hari musuh terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza.
Operasi militer Angkatan Bersenjata Yaman akan terus menyokong para mujahidin Gaza nan gagah berani dan berjuang membela kaum Arab dan umat Islam dengan semua bangsa dan negaranya.
Operasi militer (Yaman) tak kan berhenti kecuali dengan berhentinya agresi dan blokade terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza.
Cukuplah Allah sebagai penolong bagi kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
Hidup Yaman serta bebas, jaya dan merdeka. Kemenangan bagi Yaman dan bagi seluruh kaum merdeka umat Islam.
Sanaa, 19 Muharram 1446 H / 19 Juli 2024.
Demikian pernyataan ini dirilis oleh Angkatan Bersenjata Yaman.
(mm/raialyoum/aljazeera)