Beirut, LiputanIslam.com – Sebuah sumber di Hizbullah Lebanon melaporkan Israel gagal membunuh Wafiq Safa, pejabat komunikasi dan koordinasi Hizbullah, dalam serangan udara Israel di Beirut, ibu kota Lebanon, pada Jumat malam (10/10).
“Pejabat koordinasi dan penghubung Hizbullah, Wafiq Safa, selamat,” ungkap sumber itu.
Sumber anonim itu mengatakan demikian setelah Perusahaan Penyiara Israel melaporkan bahwa Wafiq Safa merupakan satu-satunya target serangan udara tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon dalam laporan awal mengumumkan bahwa serangan itu menggugurkan 22 orang dan melukai 117 orang lainnya.
Dalam peristiwa lain, Hizbullah mengumumkan sejak dini hari Kamis telah terjadi delapan pertempuran pihaknya melawan pasukan Israel di Lebanon selatan, dan terjadi pula sembilan serangan Hizbullah terhadap Israel utara, terutama wilayah Zovulon di utara kota Haifa.
Sejak 23 September lalu, Israel telah memperluas cakupan genosida yang dilakukannya di Gaza sejak 7 Oktober 2023, hingga mencakup sebagian besar wilayah Lebanon, termasuk ibu kotanya, Beirut, melalui serangan udara dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Israel juga memulai serangan darat ke Lebanon selatan tanpa menggubris peringatan internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Serangan udara Israel di Lebanon hingga Rabu malam lalu telah menggugurkan 1.323 orang dan melukai 3.698 orang lainnya, termasuk sejumlah besar perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan 1,2 juta orang pengungsi.
Hizbullah setiap hari membalas dengan tembakan rudal, drone, dan peluru artileri yang terhadap situs dan pemukiman militer.
Israel mengumumkan sejumlah kerugian manusia dan material, namun sensor militer memberlakukan larangan ketat terhadap sebagian besar kerugian tersebut, menurut para pengamat.
Tentara Israel pada Kamis pagi mengumumkan bahwa satu perwiranya tewas dan seorang tentara terluka parah dalam pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon selatan.
Pada awal Oktober ini, Israel mengumumkan dimulainya serangan darat ke Lebanon selatan, sebagai bagian dari perang yang dilancarkannya terhadap negara Arab tersebut sejak 23 September lalu.
Namun, Hizbullah berulang kali mengumumkan pihaknya menghadang gerak maju pasukan Zionis dan berhasil menimpakan kerugian jiwa dan luka pada pihak militer Israel, dan militer Israel pun mengakui sejumlah anggotanya tewas dan luka, dan gagal melakukan penetrasi darat. (mm/alalam/raialyoum)