Gaza, LiputanIslam.com –Sedikitnya 26 warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel terhadap rumah-rumah, tenda-tenda pengungsi, dan pertemuan warga sipil di seluruh Jalur Gaza sejak dini hari Selasa (25/3).
Sumber medis dan saksi mata mengatakan bahwa 26 warga Palestina gugur dan lainnya terluka dalam serangan Israel yang terus berlanjut sebagai bagian dari eskalasi genosida Tel Aviv sejak 18 Maret.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tim keamanannya yang baru ditunjuk dilaporkan merencanakan serangan darat skala besar terhadap Jalur Gaza untuk merebut dan menguasai sebagian wilayah yang akan memungkinkan mereka mengalahkan gerakan perlawanan Palestina Hamas.
The Wall Street Journal (WSJ) memuat laporan tersebut pada hari Senin, mengatakan rezim tersebut berusaha melakukan serangan dengan tujuan yang dideklarasikan sendiri untuk mengalahkan gerakan perlawanan Hamas di Gaza.
Menurut laporan tersebut, Rezim Zionis percaya bahwa kekalahan militer bagi Hamas, menurut Tel Aviv, sangat penting sebelum solusi politik apa pun dapat dipertimbangkan.
Namun, gerakan tersebut, sekutunya, dan bahkan negara sekutu rezim itu sendiri telah mendefinisikan kelompok tersebut sebagai kelompok yang tak terkalahkan mengingat kecerdasan dan strategi medan perangnya, serta popularitasnya di kalangan warga Palestina dan masyarakat serta pemerintah daerah anti-pendudukan. (mm/raialyoum/presstv)