AlQuds, LiputanIslam.com – Channel 12 Israel pada Rabu malam (13/8) melaporkan bahwa Israel sedang mengadakan perundingan dengan lima negara: Indonesia, Somaliland, Uganda, Sudan Selatan, dan Libya, mengenai kemungkinan imigrasi warga Palestina dari Jalur Gaza.
Channel tersebut mengutip seorang sumber diplomatik yang mengatakan, “Beberapa negara lebih terbuka daripada sebelumnya untuk menerima migrasi sukarela dari Jalur Gaza,” khususnya merujuk pada Indonesia dan Somaliland, namun belum ada keputusan konkret yang dicapai.
Somaliland adalah wilayah yang memisahkan diri dari Somalia, dan para pemimpinnya berharap mendapatkan pengakuan internasional melalui kesepakatan potensial ini.
Bersamaan dengan ini, Associated Press melaporkan bahwa Israel telah mempertimbangkan untuk mengimigrasikan warga Palestina dari Gaza ke Sudan Selatan, namun klaim ini dibantah oleh pemerintah Sudan Selatan, yang menyebutnya sebagai “tuduhan tak berdasar” dan tidak mencerminkan kebijakan resmi Sudan Selatan.
Dalam sebuah wawancara dengan saluran Israel i24, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali dukungannya kepada gagasan “migrasi massal” penduduk Gaza, sebuah kebijakan yang didukung oleh Presiden AS Donald Trump pada awal tahun ini.
Dia menjelaskan bahwa Israel sedang menghubungi “beberapa negara” untuk menerima warga sipil yang mengungsi dari Jalur Gaza.
“Saya rasa ini wajar saja. Siapa pun yang mengaku peduli kepada Palestina dan ingin membantu mereka harus membuka pintu bagi mereka. Kami tidak mengusir mereka; kami mengizinkan mereka pergi, baik dari zona pertempuran maupun dari Jalur Gaza sendiri, jika mereka mau,” katanya.
Mengenai alasan terhambatnya proses ini, Netanyahu menjelaskan, “Proses ini membutuhkan negara-negara penerima, dan kami sedang berdiskusi dengan beberapa negara, tapi saya tidak akan merinci nama-nama mereka di sini.” (mm/raialyoum)