AlQuds, LiputanIslam.com – Tentara Zionis Israel mengaku telah menyerang puluhan sasaran Hizbullah di Lebanon pada Senin malam (2/12), pada hari keenam penerapan gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan, mereka mengaku “baru saja menyerang penyabot dan puluhan platform rudal serta infrastruktur milik Hizbullah di seluruh Lebanon,” menyusul pengumuman Hizbullah menggempur situs-situs Israel, dalam serangan pertamanya sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa setidaknya sembilan orang gugur pada Senin malam akibat dua serangan Israel terhadap dua kota di Lebanon selatan. Jumlah korban tersebut merupakan yang terberat akibat serangan sejak pemberlakuan perjanjian gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hizbullah pekan lalu.
Kementerian itu menyatakan bahwa menurut jumlah awal, “serangan musuh, Israel, di kota Haris, menurut perkiraan awal, menyebabkan kematian lima orang dan melukai dua orang,” sementara “serangan Israel di kota Talusah menyebabkan kematian empat orang dan melukai satu orang”.
Tentara Israel pada Senin malam juga mengumumkan pencegatan sebuah drone di atas Laut Merah yang lepas landas dari timur, sebelum memasuki wilayah udara Israel.
Di platform X, tentara Israel menyatakan: “Beberapa waktu yang lalu, sebuah kapal rudal milik Angkatan Laut (Israel) mencegat sebuah drone yang diluncurkan dari timur (Irak) di wilayah Laut Merah.”
Mereka menambahkan, “Drone dicegat sebelum mencapai wilayah Israel, dan sesuai dengan kebijakan (diikuti ketika mencegat sasaran udara di luar wilayah udara Israel), tidak ada sirene yang diaktifkan.”
Kelompok-kelompok Irak yang didukung Iran belum mengaku bertanggung jawab, namun sebuah kelompok yang menamakan dirinya Resistensi Islam Irak (IRI) kerap melesatkan drone terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza.
Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan lebih dari 149.000 warga Palestina gugur dan terluka, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang menewaskan puluhan anak-anak dan lansia.
Israel terus melakukan pembantaian, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera mengakhiri pembantaian tersebut, dan perintah Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi bencana kemanusiaan di Gaza. (mm/raialyoum)