Sanaa, LiputanIslam.com – Israel dan AS telah mencapai kesepahaman untuk melanjutkan ke fase kedua perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, menurut laporan Perusahaan Penyiaran Publik Israel, Kan, pada hari Kamis (1/1).
Dilaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali ke Tel Aviv setelah mencapai kesepahaman dengan pemerintahan AS untuk berlalih ke fase kedua perjanjian mengenai Jalur Gaza, setelah pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Miami.
Kan mengutip keterangan sumber resmi yang tidak disebutkan namanya bahwa fase kedua mencakup persiapan Israel untuk membuka penyeberangan Rafah dalam waktu dekat, bersamaan dengan persiapan berkelanjutan untuk pembangunan apa yang disebut “Kota Hijau” di wilayah Rafah (selatan). Ini adalah rencana yang diusulkan oleh pemerintahan AS untuk membangun kota baru bagi penduduk Jalur Gaza tanpa kehadiran Hamas atau pun tentara Israel.
Kan juga mengutip pernyataan beberapa sumber bahwa Hamas mengamati kecenderungan di pihak Israel untuk menunjukkan fleksibilitas dan mencapai kompromi tertentu pada tahap ini, sementara Hamas percaya bahwa isu perlucutan senjatanya tidak akan berhasil, terutama dengan cara yang dapat secara signifikan melemahkannya.
Pada tanggal 10 Oktober, fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku. Namun, Israel melanggar ketentuan-ketentuannya dan menunda transisi ke fase kedua.
Fase kedua mencakup pembentukan komite teknokrat sementara untuk mengelola Jalur Gaza, menangani proses rekonstruksi, membentuk dewan perdamaian, menciptakan pasukan internasional, penarikan militer Israel lebih lanjut dari Jalur Gaza, dan pelucutan senjata Hamas.
Fase kedua perjanjian Gaza mencakup ketentuan-ketentuan seperti pelucutan senjata Hamas, penarikan Israel dari Jalur Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional. (mm/ry)