TelAviv, LiputanIslam.com – Otoritas Israel dilaporkan telah mendakwa seorang insinyur Israel karena ditengarai memulai kontak dengan intelijen Iran, dan menawarkan untuk menjual informasi sensitif, termasuk akses ke pusat penelitian nuklir.
Doron Bokobza, 29 tahun, seorang penduduk kota Be’er Sheva di wilayah pendudukan selatan dan seorang insinyur di Haifa Chemicals South, dikenai dakwaan pada tanggal 2 Maret 2025 karena menghubungi agen asing dan mentransfer informasi ke Iran.
Para investigator menyatakan Bokobza menjalin kontak dengan elemen intelijen Iran melalui aplikasi pengiriman pesan Telegram selama beberapa bulan.
Sejak Desember 2024 hingga penangkapannya pada Februari, dia diduga melakukan berbagai tugas untuk orang Iran yang menanganinya.
Dia juga mengaku memiliki akses ke pusat penelitian nuklir Negev, dan konon memberikan rincian tentang fasilitas tersebut.
Bokobza didakwa memulai kontak tersebut, dan sepenuhnya menyadari keterlibatannya dengan agen intelijen Iran.
Teknisi Israel tersebut ditangkap pada bulan lalu setelah penyelidikan bersama oleh dinas keamanan internal rezim, Shin Bet, dan polisi.
Bokobza dilaporkan telah mengaku memotret fasilitas “sensitif” dan mengirimkan informasi untuk “biaya”. (mm/presstv)