AlQuds, LiputanIslam.com – Seorang remaja Palestina ditembak mati oleh pasukan Zionis Israel di kota Al-Quds (Yerusalem) Timur dengan dalih bahwa korban mencoba melakukan serangan penikaman di sebuah stasiun kereta api.
Insiden itu dilaporkan terjadi di dekat Gerbang Damaskus di Kota Tua Al-Quds, Rabu (30/8) itu. Kantor berita Palestina Wafa mengidentifikasi korban bernama Khaled Samer Al-Zaanin yang baru berusia 15 tahun.
Menurut Wafa, seorang petugas polisi perbatasan “langsung menembak ke arah anak tersebut, membunuhnya dengan darah dingin”.
Para saksi menyatakan Al-Zaanin “diserang” oleh pemukim ilegal Yahudi dan personel keamanan. Pemukim itu sendiri dilaporkan menderita luka ringan. Polisi Israel mengatakan “tersangka langsung dilumpuhkan”, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Wafa menyebutkan bahwa polisi kemudian menggerebek rumah keluarga al-Zaanin di desa Beit Hanina, sebelah utara Al-Quds Timur.
Dalam peristiwa lain yang terjadi pada Rabu malam, pasukan Zionis menyerbu kota Nablus di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Situs berita Walla milik Israel mengumumkan bahwa tiga tentara Israel terluka akibat ledakan bom dalam peristiwa penyerbuan ke wilayah timur Nablus.
Saluran 14 Israel melaporkan, “Saat pasukan memasuki wilayah Nablus, mereka terkena ledakan alat peledak dan tembakan.”
Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa sekelompok pemuda melepaskan tembakan dan meledakkan alat peledak ke arah pasukan pendudukan selama serangan terhadap pasukan pendudukan di wilayah timur Nablus.
Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa seorang pria terluka oleh peluru tajam di Jalan Amman dan dibawa ke Rumah Sakit Rafidiya.
Saat itu, Brigade Al-Quds Nablus menerapkan taktik menembak. Kelompok pejuang ini mengatakan bahwa pada Rabu malam pihaknya berhasil meledakkan alat peledak tinggi terhadap kendaraan militer Israel hingga menyebabkan kerusakan, cedera dan bahkan kematian pada pihak Zionis. (mm/aljazeera/alalam)
Baca juga: